486 Prajurit TNI Siap Jalani Misi Perdamaian Ke Monusco Konga

0
442
Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad didampingi Danrem 121/Abw Brigjen TNI Ronny S.A.P Cek kesiapan Prajurit yang akan ikut operasi Satgas Batalyon Gerak Cepat TNI Konga XXXIX-C/Monusco

LINTASKAPUAS | KAPUAS HULU – Sebanyak 486 Prajurit TNI Batalyon Raider Khusus 644/Wls yang siap diberangkatkan ke Monusco Konga guna menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.

Menjelang keberangkatan Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad didampingi Danrem 121/Abw Brigjen TNI Ronny S.A.P menggelar kesiapan operasi Satgas Batalyon Gerak Cepat TNI Konga XXXIX-C/Monusco pada, Selasa (22/12/20)

Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan kerjanya kali ini dalam rangka untuk melihat dan meninjau sejauh mana persiapan Yonif RK 644/ Wls yang akan melaksanakan operasi Satgas Batalyon Gerak Cepat TNI Konga XXXIX-C/MONUSCO Kongo TA. 2020.
“Misi perdamaian ini merupakan tugas mulia dan membanggakan, tugas ini bukan hanya membawa nama satuan Kodam XII/Tpr atau TNI AD, akan tetapi membawa nama negara Indonesia. “ungkapnya

Dari hasil pemeriksaan, Pangdam menyampaikan bahwa Batalyon 644 Walet Sakti sudah siap untuk melaksanakan Operasi Satgas Batalyon Gerak Cepat TNI Konga XXXIX-C/MONUSCO Kongo.
“Ini merupakan tugas kehormatan dan tidak semua prajurit mendapatkan kehormatan melaksanakan tugas operasi, apalagi Tugas Operasi Luar negeri, “tegasnya.

Dalam kesempatan Tersebut Pangdam juga mengingatkan seluruh prajurit agar bisa menjaga moral menjaga kesehatan dan yang paling penting adalah menjaga kebugaran saat bertugas.

“Semua itu merupakan salah satu modal dasar bagi setiap prajurit di manapun kita akan ditugaskan, “tutur Pangdam

Ia juga menyampaikan bahwa setiap Prajurit harus memahami tugas pokok saat akan bertugas menjalankan misi perdamaian tersebut sesuai dengan prosedur-prosedur yang sudah ditentukan.
“Kenali adat budaya setempat sektor antar wilayah berbeda-beda, beda suku, beda bahasa, tapi ada peribahasa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung artinya di manapun kita berada kesatuan TNI Angkatan Darat harus bisa menyesuaikan diri,” pesannya.

Pangdam juga berpesan kepada seluruh prajurit yang bertugas agar selalu mendekatkan diri dengan Tuhan yang maha esa.
“Sebelum berangkat menjalankan misi perdamaian ini jangan lupa minta doa restu orang tua dan keluarga , semoga Tuhan Yang Maha Kuasa selalu melindungi kita semua, “pungkas Pangdam