Anak Tanpa Anus Berhasil Dioperasi

0
1479
Muhammad Wartani didampingi Ayahnya, saat mendapat kunjungan dari Bupati Sintang, dr.H Jarot Winarno, M.Med, Ph.
Muhammad Wartani didampingi Ayahnya, saat mendapat kunjungan dari Bupati Sintang, dr.H Jarot Winarno, M.Med, Ph.

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Muhammad Wartani (8) anak tanpa Anus(Atresia Ani) anak dari bapak Wahidin (51) asal dari Desa Kenyabur Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang kini bisa kembali buang air besar dengan normal setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Daerah Umum(RSUD) Sudarso Pontianak pada tanggal 5 april 2016.

Selama kurang lebih delapan tahun Muhammad Wartani terpaksa buang air besar lewat perut yang dibuat oleh dokter di RSUD AM Djoen Sintang. Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Sintang, dr. H. Jarot Winarno sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Sintang.

Pada saat pelaksaan kampanye pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sintang periode 2016-2021, Jarot winarno menyarakan kepada orang tua Muhammad Wartani saat berada di desa Kenyabur Baru Kecamatan tempunak untuk segera dibawa ke Pontianak untuk menjalani operasi dengan menggunakan program BPJS Kesehatan.

Saran tersebut langsung direspon oleh orang tua Muhammad Wartani karena mendapat bantuan langsung dari Bupati Sintang terkait dengan proses pelaksanaan operasi termasuk masalah pembiayaannya dan akhirnya Muhammad Wartani kini sudah bisa buang air Besar secara normal.

Setelah proses operasi berhasil, Muhammad Wartani langsung mendapat kunjungan dari Bupati Sintang di tempat bapak Wahidin beserta anaknya menginap di Mes Pemerintah Kabupaten Sintang pada, kamis(14/4) kemarin.

“Bagaimana proses operasinya lancarkah? sakit ndak?” tanya Jarot Winarno kepada Muhammad Wartani. “operasinya lancar dan berlangsung sekitar 3,5 jam di RSUD Sudarso Pontianak. Saya sempat takut karena operasi berjalan lama” terang Wahidin. “masalah pembiayaan operasi bagaimana sudah bereskan, ” tanya Jarot.

“Masalah pembiayaan semuanya gratis pak, karena sudah ditanggung oleh BPJS. Terima kasih sudah bantu biaya dan mengurus proses operasi anak saya” ucap Wahidin.

“Semoga lekas pulih ya. nanti kalau sudah sembuh jangan lupa belajar yang rajin, supaya nanti bisa jadi dokter” pesan Jarot Winarno kepada Muhammad Wartani.

Dalam Kesempatan tersebut, Bupati Sintang, dr. H Jarot Winarno, M.Med, Ph mengatakan operasi pembuatan anus merupakan salah satu operasi berat namun tidak membahayakan nyawa manusia. “Untung saja, di RSUD Sudarso Pontianak sudah memiliki dokter bedah dan segala peralatan yang lengkap sehingga tidak harus ke Jakarta” tambah Jarot Winarno.

Sementara, orang tua Muhammad Wartani menceritakan untuk pelaksaan operasi anaknya tersebut mulai didaftarkan pada tanggal 21 Maret 2016 dan baru bisa dilaksanakan operasi pada tanggal 5 April 2016.

“Kami harus rawat inap selama 7 hari. Sekarang tinggal rawat jalan dan terima kasih kepada Pemkab Sintang yang sudah memberikan kamar gratis kepada kami selama menginap di Mes Pemkab Sintang ini” terang Wahidin.

“kalau tanpa bantuan Pak Jarot lanjut Wahidin, mungkin anak saya tidak akan dioperasi. Kata dokter di RSUD Sudarso, tiga bulan lagi, anus yang dibuat akan kering dan sembuh, maka kami harus ke Pontianak lagi untuk operasi menutup lubang di perut” tambah Wahidin.

Atresia ani merupakan suatu kelainan malinformasi kongenital dimana tidak lengkapnya perkembangan embrionik pada bagian anus atau tertutupnya anus secara abnormal atau dengan kata lain tidak ada lubang secara tetap pada anus. Menurut berbagai literatur, terjadinya anus imperforata karena kelainan kongenital dimana saat proses perkembangan embrionik tidak pada proses perkembangan anus dan rectum. Dengan kata lain, atresia ani terjadi karena tidak sempurnanya migrasi dan perkembangan struktur kolon antara 7-10 minggu selama perkembangan janin.(Lg)