Batas Sintang-Sekadau Sesungguhnya Terletak di Natai Keladan

0
140
Wakil Bupati Sintang, Askiman didampingi Kepala Dinas PMPD Sintang, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Sintang, Camat Sepauk saat meninjau penyegelan Desa Bongkong baru

LINTASKAPUAS I SINTANG – Sengketa Batas Wilayah Antara Kabupaten Sintang dengan Kabupaten Sekadau hingga saat ini terus bergulir tanpa ada keputusan yang jelas dari Pemerintah.

Bahkan, Salah satu desa di Kabupaten Sekadau  yang terletak di Batas wilayah  yakni Desa Sunsong Kecamatan Rawak melakukan penyegelan terhadap Kantor Desa dan Puskesdes Bongkong Baru Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang.

Menurut Keterangan yang disampaikan oleh tokoh masyarakat Desa Bongkong Baru Kecamatan sepauk, Albinus bahwa sesuai dengan kepercayaan masyarakat zamqn dulu sampai sekarang bahwa aliran anak sungai yang mengalir itu adalah wilayah sekadau dan aliran anak sungai ke arah sepauk  berarti wilayah Sintang.

“Sebelumnya sudah pernah juga diambil titik koordinat langsung dari Natai Keladan sesuai dengan batas alam yang sebenarnya. oleh sebab itu saya yakin bahwa Bapak Wakil Bupati bisa menyelesaikannya, “ungkap Albinus.

Sementara, Wakil Bupati Sintang, Askiman menyampaikan bahwa jika sebelumnya sudah ditarik titik koordinat letaknya di Natai keladan sesuai dengan batas alam dan sejarah terbentuknya Desa.

“Tadi, kami bersama kepala Dinas PMPD Sintang, Asisten Bidang Pemerintahan Setda Sintang, Camat Sepauk, Danramil, Kapolsek Sepauk dan Kapolsek Rawak langsung diajak  kepala Desa bongkong Baru bersama dengan masyarakat untuk melihat Batas wilayah yang sesungguhnya.”ungkap Askiman.

Askiman menyampaikan bahwa batas wilayah Sesungguhnya berada di wilayah Natai Keladan, lebih kurang 4(empat) Kilo meter dari Desa Sunsong.

“Itu artinya sesuai dengan titik koordinat tersebut berarti Desa Sunsong sebenarnya masuk wilayah Administrasi Kabupaten Sintang. “ucap Askiman.

Meskipun sebelumnya sudah ada kesepakatan antara pemerintah Kabupaten Sintang dan Pemerintah Kabupaten Sekadau saat pertemuan di Kementerian Dalam Negeri, Lanjut Askiman bahwa kesepakatan batas di tentukan dengan  sungai yang memisah antara desa Sunsong dengan bongkong baru.

hanya saja, sepertinya desa sungsong tidak terima bahkan melakukan tindakan yang kurang terpuji maka kita akan kembali kepada batas awal yang sesungguhnya yaitu di Natai Keladan, “tegas Askiman.

Ia juga meminta kepada Pemerintah Provinsi khusunya bidang biro pemerintahan agar serius menyelesaikan permasalahan tersebut sehingga tindak memicu terjadinya Konflik sosial antar warga Desa Sunsong dan Desa Bongkong baru.

“Kita berharap agar pemerintah Provinsi agar segera serius menyelesaikan permasalahan sengketa  antar kabupaten ini agar bisa memberikan rasa keadilan kepada masyarakat, jangan sampai hanya karena administrasi ini lalu terjadi konflik sosial, “pungkas Askiman.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here