Bertemu TDM Kuching, Danrem 121/Abw Soroti Penyelundupan di Perbatasan

0
723

DSC_4490SINTANG-Perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat masih dihadapkan pada masalah penyelundupan berbagai barang ilegal. Untuk mengantisipasi hal ini, Danrem 121/Abw Brigjen TNI Widodo Iryansyah berunding dengan Tentara Diraja Malaysia (TDM).

Danrem 121/Abw Brigjen TNI Widodo Iryansyah mengatakan, belum lama ini dirinya membawa para Dandim, para Kasi dan Danyon Satgas ke Kuching selama empat hari. “Kami berunding dengan Polisi dan TDM Kuching terkait masalah ini,” katanya.

Dikesempatan itu, kata Widodo, dirinya juga menanyakan mengapa banyak barang seperti narkoba dengan bebasnya masuk ke Indonesia. “Saya tanyakan pada mareka, apakah disana tidak ada pencegahan?,” kata Dandim.

“Mengingat, barang-barang lain juga seperti itu. Contohnya barang dari Tiongkok. Mengapa masuk lewat Serawak-Kuching, kemudian ke Indonesia? Ini ada apa,” tanya Danrem.

Ia berharap, sejumlah pertanyaan itu mendapat tanggapan dari Polisi dan TDM Kuching. “Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan saya menyikapi maraknya narkoba dan barang lain yang diselundupkan lewat perbatasan. Terutama wilayah di Jagoi Babang,” sambungnya.

Danrem bercerita, akhir-akhir ini banyak truk masuk melalui Jagoi Babang. “Kenapa bisa masuk seperti itu?” tanya dia.

“Kami memang tidak punya wewenang sepenuhnya menangkap itu. Karena ada yang lebih berwewenang lagi menanganinya. Kadang-kadang saya menganggap mustahil, truk-truk bisa masuk sampai 5,7 sampai 8 unit per malam, tapi tidak ada petugas yang tahu,” katanya.

Terkait pertanyaan ke TDM mengapa barang mudah masuk, kata Danrem, mungkin kondisi di Malaysia hampir sama dengan Indonesia. Saat barang masuk pemeriksaannya sangat ketat, ketika keluar justru tidak. “Contoh, kalau kita pergi ke Malaysia, pemeriksaanya (di Malaysia-red) ketat. Begitu pulang, tidak begitu ketat,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here