Bupati Ketapang Hadiri Pelepasan Kapal Lancang Kuning IKKRAMAT

0
203
Foto Bupati Ketapang Martin Rantan,SH,.M.Sos saat menyulut Meriam Pusaka di Acara Pelepasan Kapal Lancang Kuning Keraton Matan Tanjungpura. (Foto Istimewa)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan mengahadiri kegiatan Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) dalam pelepasan Kapal Lancang Kuning di Sungai Pawan yang berada tepat di depan Keraton Matan Tanjungpura, Minggu (20/09/2020). Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Susur Sungai dan ziarah Akbar di Astana Raja-raja Matan Tanjungpura yang mana puncak acara tersebut akan berlangsung esok hari.

Pelepasan Kapal Lancang Kuning yang bertemakan “Mengharap Berkah Menjunjung Petuah” tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda. Seluruh tamu undangan tampak seragam mengenakan baju khas Melayu yang berwarna kuning.

Sebelum Pelepasan Kapal Lancang Kuning, terdengar lima kali suara dentuman meriam pusaka yang ditembakkan di halaman Keraton Matan. Secara bergantian meriam tersebut disulut oleh Dandim 1203 Ketapang Letkol Kav Suntara Wisnu Budi Hidayanta, lalu kemudian Ketua Ikkramat Uti Royden Top, Sekretaris Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Farhan, Bupati Ketapang Martin Rantan dan Mejelis Raja Kerajaan Mantan Tanjungpura Gusti Kamboja.

Seusai menembakan meriam, tamu kehormatan kemudian menuju Kapal Lancang Kuning yang sudah ditambat di Dermaga Keraton. Di atas kapal, Majelis Raja Gusti Kamboja yang didampingi Bupati Ketapang Martin Rantan memukul gong tanda pelepasan Kapal Lancang Kuning mulai berlayar ke Makam Tanjungpura yang berjarak sekitar enam jam perjalanan sungai.

Pada kesempatan itu, Bupati Ketapang Martin Rantan mengatakan, kegiatan Akbar tersebut diselanggarakan atas kerjasama yang baik antara Ikkramat dengan pemerintah.

“Agenda besar ini merupakan penghargaan dan kepedulian Pemerintahan Kabupaten Ketapang terhadap peristiwa budaya, peristiwa sejarah. Semua ini kita kembalikan kepada keluarga kerajaan untuk menjaga dan melestarikannya, supaya tidak tenggelam ditelan zaman,” kata Martin.

Martin juga berharap, sejarah Kerjasama Tanjungpura dan Kerjaan Matan dapat dibukukan dan bisa dibuat film dokumenter daerah. Jika ini bisa disetujui pihak keluarga kerajaan, Pemda Ketapang siap memberikan bantuan dalam bentuk anggaran.

“Kita nanti akan anggarkan di APBD perubahan supaya peristiwa sejarah dan peristiwa budaya ini dapat menjadi dokumen daerah,” ucap Martin.

Menurut Martin, nama Kerjaan Matan Tanjungpura ini harus terus digaungkan agar masyarakat khusunya di Kalbar semakin banyak yang mengetahuinya. Nama Tanjungpura sendiri telah diabadikan menjadi nama universitas terbesar dan Komando Daerah Militer (Kodam) di Kalimantan Barat.

“Saya harap kegiatan ini akan terus berlanjut setiap tahun. Kita akan dorong Keluarga Kerajaan Matan untuk melakukan kegiatan ini setiap tahun. Sekali lagi pemerintah siap untuk membiayai dan memberikan dukungan terhadap kegiatan budaya seperti ini,” tutur Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Ketapang tersebut.

Sementara itu, Ketua Dewan Mangku Ikatan Keluarga Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) Uti Royden Top mengatakan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Ketapang.

“Trimakasih kepada Bupati Ketapang bapak Martin Rantan yang sedah menjadi inisiator kegiatan susur sungai dan ziarah akbar ke Astana raja-raja Tanjungpura. Ini artinya Pemkab Ketapang masih peduli dan menghargai ahli waris kami (kerjasama Matan Tanjungpura),” kata Uti Royden Top.

Ia berharap Ikkramat dapat terus bersinergi dengan pemerintah agar upaya mempertahankan adat budaya ini terus berlanjut hingga tahun tahun mendatang. (Agsfy)