Bupati Sintang : Maksimalkan Tiga Fungsi Penyuluh Agama

0
170
Sambutan Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam kegiatan pembinaan penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang

LINTASKAPUAS I SINTANG – Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH mengatakan bahwa penyuluh agama itu adalah ulama karena memilik tiga fungsi yakni pertama fungsi edukatif, Fungsi Konsultatif dan fungsi Advokasi.

Hal tersebut disampaikan langsung saat membuka kegiatan pembinaan penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang tahun 2020 berlangsung di Rumah Adat Melayu (RAM) Tepak Sireh, Selasa (18/2/2020) pagi.

Jarot menjelaskan bahwa Fungsi pertama yakni Edukatif dan Informatif dimana penyuluh agama itu memilik tanggung jawab untuk menyebarkan informasi yang baik, mengajak umat untuk hidup di jalan agama serta mengajak masyarakat untuk selalu berbuat baik.
“Fungsi yang kedua yakni fungsi konsultatif dimana seorang penyuluh harus siap menerima segala konsultasi permasalah dari umat, tempat umat bertanya, misal masyarakat mau mindahkan masjid, atau mendirikan masjid, dan juga permasalah lainnya”terang jarot.

Kemudian fungsi yang ketiga yakni fungsi advokasi, dimana para penyuluh agama itu harus ringan tangan membantu permasalah umat yang terkait dengan hukum.

“misal ada umat atau tempat ibadah yang tersangkut dengan hukum, ibadahnya terganggu dan permasalah lainya di lingkungan masyarakat mengenai keagamaan”jelas Jarot.

Oleh karena itulah, dikatakan Jarot bahwa dengan tiga fungsi tersebut para penyuluh agama itu layaknya ulama di daerahnya masing-masing jadi peranannya sangat tinggi dan mulia. untuk itulah Jarot meminta para penyuluh agama ini harus berkolaborasi dengan Kantor Urusan Agama setempat, terlebih masalah umat yang komplek itu tidak mungkin di selesaikan sendiri.

“Bapak ibu juga harus menguasai peta dakwah, karena objek dakwah itu tergantung situasi masing-masing beda kita perlakukan, sehingga perlu adanya kolaborasi bapak/ibu dengan KAU setempat”pinta Jarot.

Selain itu, lanjut Jarot ialah ada tantangan yang juga harus menjadi prioritas para penyuluh agama, yakni terkait Islam phobia dan radikalisme. Sehingga peran dari para penyuluh agama untuk menyampaikan Islam yang rahmatan lil alamin itu sangat penting.

“Tunjukan Islam itu rahmatan lil alamin, tunjukan keberadaan Islam itu rahmat bagi semuanya. Kemudian cegah radikalisme, terlebih daerah kita ini masuk dalam kawasan perbatasan.”pesan Jarot.

Jarot juga menyarakan para penyuluh agama untuk menguasai dakwah mikro melalui media sosial. Terlebih saat ini masuk dalam era destruksi teknologi. “melalui Facebook, Instragram, channel youtube, whatsapp grup, kita nda boleh ketinggalan jaman”pungkas Jarot.

Sementara itu Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Sintang Anuar Akhmad mengatakan tujuan dari pada kegiatan pembinaan penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang tahun 2020 yakni untuk memberikan pemahaman tugas dan fungsinya sebagai penyuluh agama sehingga mampu berkerja dan menjalankan tugas dengan baik serta juga memahami tupoksinya.

“kegiatan ini juga tujuannya memberikan pengalaman dan pencerahan agar yang sudah di angkat sebagai penyuluh non PNS ini bisa menjalankan tugas dengan baik, jangan hanya ada orang minta kita ceramah baru kita menjalankan tugas. Tapi kita sebagai penyuluh, kita lah yang menyuluhkan agama itu kepada umat, jadi kita harus siap, semangatnya harus kuat”terang Anuar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here