Covid-19 dan Nasib Masyarakat Perbatasan

0
200

LINTAS KAPUAS | SINTANG – Adanya wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) membuat sejumlah aktivitas masyarakat khususnya yang ada di daerah perbatasan menjadi terkendala.

Wakil
Bupati Sintang, Askiman mengungkapkan kawasan perbatasan menjadi titik
perhatian khusus mengingat mayoritas masyarakat di daerah perbatasan sangat
bergantung dengan negara tetangga salah satunya adalah dalam memenuhi kebutuhan
pokok sehari-hari.

“Pemerintah
Kabupaten Sintang sudah menetapkan status KLB dalam penanganan Covid-19, ini akan
berdampak pada banyak hal termasuk pada kesejahteraan masyarakat di daerah
perbatasan,” ucapnya saat memimpin langsung rapat koordinasi Tim Pemantauan
Daerah Perbatasan dalam rangka percepatan penanganan dampak Corona Disease 2019
(COVID-19) di Kabupaten Sintang di Balai Pegodai, Selasa (31/03/2020).

Untuk
itu, Askiman meminta kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan
Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Sintang untuk segera
mengambil langkah strategis.

“Silahkan
lakukan pemantauan kedua kecamatan yaitu Ketungau Hulu dan Ketungau Tengah yang
merupakan daerah perbatasan. Koordinasi dengan Camat, kepala Desa dan
Forkopimcam yang ada disana sehingga bisa mengantisipasi dan juga dapat
menentukan langkah apa saja yang akan diambil berikutnya,” katanya.

Rakor Tim Pemantauan Perbatasan

Tak
hanya itu, Askiman juga mengharapkan Credit Union dapat mempertimbangkan
penagihan pinjaman anggota mengingat kondisi ekonomi di berbagai daeerah sedang
anjlok karena adanya wabah Covid-19.

“Adanya pandemi Covid-19 juga berdampak pada perekonomian masyarakat, jika bisa, berilah keringanan kepada masyarakat terkait penagihan pinjaman anggota,” ucapnya.

Kepala
Disperindagkop dan UKM Kabupaten Sintang, Sudirman mengungkapkan upaya untuk
menghentikan arus orang dan barang untuk keluar masuk negara tetangga sebagai
salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Akan tetapi,
berdampak pada kehidupan masyarakat terlebih lagi bagi masayrakat yang hidupnya
bergantung pada negara tetangga.

“Untuk
itu kami harus membentuk tim pemantauan karena kami tidak mungkin bisa bekerja
sendiri mengingat akan ada banyak hal yang harus dilakukan,” pungkasnya. (Mcu)