Dalam Sepakbola Tak ada Superman, Tapi Supertim

0
1050
Jarot Winarno
Jarot Winarno

SINTANG-Bupati Sintang, Jarot Winarno me-launching tim Sintang FC yang akan berlaga di Piala Nusantara, Minggu (21/8) di pendopo. Launching dihadiri oleh manager, official, pelatih dan pemain. Hadir juga anggota DPRD Sintang.

Dikesempatan tesrsebut, Bupati Sintang Jarot mengatakan bahwa tim Sintang pernah sangat disegani di Kalimantan Barat. Dalam Suratin Cup tim junior pernah juara. Begitu juga tim senior. “Tim Sintang dibangun pertama kali awal 90-an. Saat itu pusat pembinaan sepakbola di timur jauh dan pedalaman berada di Sintang. Saat itu, tim Sintang adalah rajanya wilayah Timur, bahkan Kalbar,” bebernya.

Jarot mengatakan, tim junior Sintang pernah juara se-Kalbar, Juara Regional Kalimantan, main di Malang, Pandeglang hingga Manado. “Ketika pemain-pemain junior mulai berumur, mereka masuk tim senior dan juga menjadi juara,” sambungnya.

Dengan banyaknya prestasi yang sudah diraih tim sepakbola, kata Jarot, Sintang merupakan bagian dari sejarah sepakbola di Kalbar. “Tapi, nama besar dan prestasi masa lalu jangan jadi beban. Karena, main dan mengurus bola harus menggunakan hati. Duit saja tidak cukup,” tegasnya.

Launching Sintang FC oleh Bupati Sintang
Launching Sintang FC oleh Bupati Sintang

Jarot juga memberikan tips agar sukses memenangkan pertandingan. Yang pertama harus bermain enjoy dan tenang. “Main tanpa beban saja, jangan tegang dan gugup,” sarannya. Kedua, kata Jarot, bermain harus percaya diri. “Yakin saja dengan kemampuan diri sendiri,” pintanya.

Yang ketiga harus bermain sebagai tim. Karena dalam sepakbola tidak ada Superman, tapi Supertim. “Ketika bermain harus bekerjasama, jangan individual dan egois. Ketika kebobolan, itu bukan salah satu orang. Begitu juga ketika mencetak gol, itu hasil kerjasama tim,” tegasnya.

Keempat, tambah Jarot, harus bekerja keras. Ia menegaskan, sepakbola adalah olahraga laki-laki. “Jadi jangan main kasar, jangan main tangan. Kayak perempuan jak main tangan. Kalau gitu main voly jak. Jangan diving (pura-pura jatuh-red). Karena body charge adalah hal biasa,” katanya.

Yang tak kalah penting, Jarot meminta pemain sepakbola bermain dewasa. “Ketika hendak passing, harus tau mau ke siapa. Kita harus pandai membaca permainan. Jangan ketika bola lepas, pemain lepas tanggung jawab,” pintanya.

Andalkan Pemain Lokal

Pelatih Sintang FC, Tommy Parsep Wijaya mengatakan timnya 100 persen menggunakan talenta lokal. “Mereka sudah melalui seleksi ketat, dari 105 orang dipilih 24 pemain,” bebernya.

Sebagai putra daerah, ia meminta pemainnya mengharumkan nama baik Kabupaten Sintang. “Ini tantangan yang harus dijawab, saya percaya bisa terwujud jika bersatu dan berjuang bersama. Jangan sia-siakan kepercayaan yang sudah diberikan,” pintanya.

Target Divisi Utama

Manager Sintang FC, Florensius Rony mengatakan juara piala Nusantara akan bermain di Divisi Utama. “Kami siap berjuangan untuk mengantarkan Sintang FC bermain di Divisi Utama,” tegasnya.

Ia yakin, meski Sintang mengandalkan pemain lokal, tetap mampu berbicara banyak di Piala Nusantara. “Meski pemain lokal, kualitas pemain kita mampu bersaing,” tegasnya.