Dewan Apresiasi Digelarkan Operasi Gratis Bibir Sumbing oleh RSUD Ade M Djoen

0
69

Anggota DPRD Sintang, Welbertus
LINTASKAPUAS I SINTANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Welbertus mengapresiasi dengan digelarnya operasi bibir sumbing gratis yang digelar RSUD Ade M Djoen Sintang.

Menurutnya, program tersebut langkah yang tepat, karena dapat mengetas masalah kesehatan yang kerap dialami oleh bayi dan anak-anak. Dengan operasi gratis ini juga, dapat memberikan kehidupan layak untuk anak-anak.

“Tentu hal ini sangat membantu sekali, karena bukan hanya menormalkan kondisi fisik saja, tapi juga bertujuan untuk memudahkan anak saat makan, berbicara, dan mendengar. Dengan ini juga, mereka bisa hidup normal seperti anak lainnya,” ujar Welbertus.

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga mengatakan, bahwa dengan operasi gratis ini dapat membantu masyarakat yang kurang mampuh, karena tidak dipungut biaya sepeserpun.

“Tentu masyarakat terbantukan dengan program ini. Karena kalau mau pakai biaya sendiri, pasti banyak yang harus digelontorkan,” terangnya.

Welbertus juga berharap, program-program seperti ini kerap dilakukan, tak hanya operasi bibir sumbing, tapi penyakit yang lainnya juga yang banyak diderita masyarakat, khususnya di Kabupaten Sintang.

“Tentu kita berharap seperti itu. Karena dengan begitu akan sangat membantu sekali bagi masyarakat yang kurang mampuh, sebab bisa saja selama ini mereka tidak bida berobat karena tidak memiliki biaya. Makanya dengan program seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitanya sebelumnya, sebanyak 15 orang dari 4 Kabupaten wilayah Timur Kalbar, diantaranya Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau dan Melawi, mengikuti Operasi Grartis Bibir Sumbing, di Rumah Sakit Ade M Djoen Sintang, Kamis (11/07) Siang.

Operasi yang digelar RSUD Ade M Djoen itu disambut baik oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno saat melakukan peninjauan didampingi Direktur Rumah Sakit Ade M Djoen, Rosa Trifina dan Kepala Dinas Kesehatan Sintang Harysinto Linoh.

“Ini merupakan program pemerintah. Tentu ini sanggat membantu bagi masyarakat yang inggin melakukan operasi, mengginggat tanpa dipungut biaya sepeser pun,” ujar Jarot

Menurut Jarot, bibir sumbing adalah salah satu masalah kesehatan yang umum, banyak dialami oleh bayi dan anak-anak yang ada di Kabupaten Sintang. Terutama yang ada di pelosok-pelosok desa.

“Dengan operasi gratis ini, kita dapat mambantu bagi masyarakat yang kurang mampu. Kebanyakan kasus bibir sumbing dapat diketahui setelah bayi dilahirkan, bahkan bisa dideteksi sejak usia kelahiran 13 minggu dengan cara USG,” terangnya.

Pengobatan bibir sumbing ini, yang paling utama adalah operasi menyatukan kembali celah bibir yang terbentuk pada mulut bayi. Ini sangat membantu karena bukan hanya menormalkan kondisi fisik saja, tapi juga bertujuan untuk memudahkan anak saat makan, berbicara, dan mendengar.

“Kita beri mereka hidup yang lebih baik dan sama dengan anak-anak yang normal lainnya, supaya mereka semanggat untuk menjalankan kehidupan mereka kelak,” tegasnya.

Jarot juga mengajak, agar jangan membiarkan anak-anak dengan bibir sumbing sampai menginjak usia dewasa, karena memiliki beberapa resiko yang dapat dialami oleh bayi penderita bibir sumbing, yakni bisa mengalami penumpukan cairan pada telinga bagian tengah.

“Sehingga hal ini bisa menyebabkan infeksi telinga, bahkan gangguan pendengaran terhadap bayi,” jelasnya.

Pasca operasi, anak juga akan diberikan perawatan lanjutan lainnya berupa terapi bicara dan perawatan kesehatan gigi dan mulut. Hal ini bertujuan supaya anak-anak dapat bericara dengan lanjar dan beradaptasi dengan fisik yang jauh lebih normal.

“Tahapan operasi bibir sumbing akan berbeda penangganannya, sebab melihat dari usia anak dan seberapa parah kondisi bibir sumbing yang di alami,” terangnya.

Dalam beberapa kasus anak yang mengalami bibir sumbing, membutuhkan operasi tambahan. Hal ini tergantung dari kebutuhan masing masing pasien dan seberapa parah efek bibir sumbing yang di alami oleh pasien.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Di RSUD Ade M Djoen Sintang yang juga Ketua Panitia Pelaksana, Kristina menyampaikan, bahwa operasi ini hasil kerjasama dengan Yayasan Karya Hati Insani dari Semarang, Jawa Tengah yang membawa delapan dokter ahli bedah, dipimpin lansung Oleh drg Franciskus Prabo.

“Kegiatan operasi ini dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 11 dan 12 Juli 2019,” terangnya.

Sebenarnya, kata Kristina, ada 33 orang dari 4 kabupaten tersebut yang terdaftar untuk ikut operasi ini, namun setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, hanya 15 orang yang bisa menjalani operasi, mengginggat resiko yang akan terjadi terhadap pasien.

Kristina juga menambahkan, sesuai dengan pelayanan yang berfokus pada peduli kesehatan masyarakat dalam pelayanan kegiatan operasi ini, bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan perawatan bedah mulut berkelanjutan pada usia dini.

“Tentu untuk mengurangi jumlah pasien bibir sumbing yang cenderung meningkat setiap tahunnya, serta menghadirkan kembali senyum di wajah yang merupakan hasil usaha dan aspek fisik dan psiko-sosial,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here