APBD Sintang 2018 Silpa 245,7 Miliar

0
60

DPRD Sintang, Gelar Sidang Paripurna Penyampaian laporan raperda APBD Sintang tahun 2018
LINTASKAPUAS I SINTANG- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Sintang menggelar sidang Paripurna penyampaian Raperda Pertanggungjawaban APBD tahun 2019 berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Sintang, Rabu(12/6/2019)

Raperda Pertanggungjawaban APBD tahun 2018 tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Sintang, Drs. Askiman, MM dan dipimpin langsung oleh ketua DPRD Sintang Jeffry Edward didamping wakilnya Sandan dan Terry Ibrahim serta Sekda Sintang Yosepha Hasnah dan sejumlah Pimpinan OPD serta anggota dewan lainnya.

Wakil bupati Sintang Askiman menyampaikan bahwa Silpa(sisa lebih perhitungan anggaran) yang terjadi di APBD 2018 mencapai Rp245,7 miliar. hal tersebut disebabkan masih lemahnya pelaksanaan program di setiap OPD di lingkungan Pemerintah Sintang.

“Tentu ini menjadi perhatian dan evaluasi kita supaya ditahun 2019 ini bisa kita tekan,”kata Askiman.

Askiman mengatakan jika dibanding tahun 2017 yang lalu Silpa sebesar Rp 152,4 Miliar maka terjadinya kenaikan Silpa sebasar Rp 93,2 miliar.

“Silpa bisa bermakna bagus ketika muncul dari penghematan anggaran. Tapi juga berarti buruk ketika muncul dari kegagalan belanja daerah. Serapan anggaran yang rendah, sama saja dengan menahan manfaat anggaran yang mestinya bisa dinikmati masyarakat,”kata Askiman.

Dikatakan Askiman besaran Silpa tahun 2018 yang lalu dikarenakan adanya perubahan pekerjaan dibeberapa OPD. Sehingga harus dikerjakan di tahun 2019 ini.

“Anggarannya tidak hilang cuma ada perubahan saja makanya Silpa kita lumayan besar,”jelasnya.

Askiman juga menekankan kepada seluruh kepala OPD agar melakukan pengendalian internal dalam membelanjakan APBD sesuai dengan peruntukannya dan tidak melanggar aturan pengelolaan keuangan.

”Kami ingatkan semua masing-masing OPD agar lebih berhati-hati memanfaatkan anggaran yang ada,” imbuhnya.

Askiman juga bersyukur bahwa tahun 2018 yang lalu Pemerintah Sintang dapat meperoleh opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang ketujuh kali.

“Perolehan WTP yang ketujuh kalinya ini tentu berkat kerja keras semua komponen untuk terus bisa mempertahankannya demi kesejahteraan masyarakat Sintang,” Pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here