Dewan Soroti Kinerja SPBU Ketapang Mandiri (BUMD) Ketapang, Gaji Direktur Lebih Besar Dari Setoran Pendapatan Ke Pemda

0
81
Foto BUMD Ketapang yang Bergerak di bidang Penjualan BBM SPBU PT. Ketapang Mandiri. (Foto Agsfy)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Anggota
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Ketapang, Abdul Aen menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yakni PT. Ketapang Mandiri yang bergerak di bidang penjualan bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya PT. Ketapang Mandiri dinilai tidak mampu memberikan kontribusi yang maksimal untuk Pemda lantaran hanya mampu menyetorkan keuntungan dari penjualan BBM sebesar Rp 120 juta setahun.

“Sampai hari ini bagi hasil dari Ketapang Mandiri sangat minim untuk Pemda, bahkan untuk tahun 2021 terdata hanya Rp 120 juta, jika dibandingkan dengan SPBU lain yang ada di Ketapang pemasukan mereka rata-rata pertahun bisa Rp 500 juta, kan jauh berbeda,” ungkap Abdul Aen Jum’at (16/10/2020).

Anggota Dewan Partai Gerindra itu menilai, seharusnya PT. Ketapang Mandiri bisa menyetor atau bagi hasil dari penjualan BBM sekitar Rp 50 sampai 60 juta perbulan jika dibandingkan dengan pendapatan SPBU lain di Ketapang.

“Bahkan kalau bisa mencapai Rp 1 Miliar setiap tahun agar memberikan manfaat bagi Pemda,” jelasnya.

Maka dari itu, ia mengatakan guna mendongkrak pendapatan daerah khususnya dari BUMD maka DPRD akan memanggil Direktur Ketapang Mandiri untuk memberikan penjelasan kepada DPRD terkait kinerja serta bagi hasil yang dianggap masih sangat kecil.

“Perbulan yang disetor ke Pemda hanya Rp 10 juta sedangkan gaji direkturnya saja perbulan belasan juta, masa gaji direktur lebih besar dari yang didapat Pemda, itu tidak masuk akal dan tidak rasional sekali, makanya kami akan memanggil pihak PT. Ketapang Mandiri secepatnya,” ketusnya. (Agsfy)