Diduga Pemicu Kebakaran Hutan Dan Lahan, 15 Perusahaan Di Sintang Disegel

0
749

Kapolres Sintang, AKBP Adhe Hariadi tinjau langsung kebakaran yang terbakar di lahan Konsesi Perusahaan BHL PT SAM wilayah Sepauk Kabupaten Sintang
LINTASKAPUAS I SINTANG – Sebanyak 15 perusahaan perkebunan yang berinvestasi di wilayah Sintang, provinsi Kalimantan Barat disegel Aparat Kepolisian Resort Sintang karena diduga telah melakukan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan diwilayah konsesi.
Sebelumnya Aparat Kepolisian Resort Sintang sudah menyegel lahan konsesi Perusahaan Sawit Grand Mandiri Utama(PT.GMU) Kelam Permai dan lahan konsesi Perusahaan Sawit PT. Jake Sarana Sepauk serta lahan konsesi Perusahaan Sawit Pt. Sintang Agro Mandiri (PT. SAM) wilayah Kecamatan Sepauk.
Sementara, dua lahan konsesi perusahaan perkebunan yang beroperasi diwilayah Sintang juga telah disegel oleh Dirkrimsus polda Kalbar bersama dengan sat Reskrim Polres Sintang yakni lahan konsesi PT Inma Jaya dan lahan konsesi PT Kiara wilayah Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang.
Kapolres Sintang, AKBP, Adhe Hariadi mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya sudah mengantongi 15 perusahaan yang terpantau titik api dan akan segera dilakukan penyegelan.
“Saat ini kita sudah melakukan penyegelan di lima perusahaan dan masih ada 10 persusahaan yang juga akan segera kita segel, “ucap Kapolres.
Kapolres menegaskan bahwa selama penyegelan berlangsung maka tidak diperbolehkan ada aktifitas berladang atau sejenisnya karena masuk dalam tahap penyelidikan terhadap tersangka pembakaran lahan di area diarea konsesi tersebut.
“Jadi jika dalam penyelidikan terbukti maka akan kita tingkatkan statusnya menjadi penyidikan, namun jia tak terbukti, maka Penyelidikan kita hentikan, “pungkas Kapolres.
Sementara, Manager Kebun BHL PT SAM, Changli mengaku pasrah dengan adanya penyegelan lahan konsesi perusahaan yang terbakar oleh aparat kepolisian resort Sintang, “kita menerima dengan adanya penyegelan ini karena kita taat hukum dan kita akan mengikuti semua prosedur hukum yang akan dilaksanakan, “ucapnya.
Saat dicecar pertanyaan oleh sejumlah wartawan terkait dengan status lahan, Changli berkilah tidak mengetahui persis status lahan yang terbakar apakah masuk dalam lahan Konsesi Perusahaan atau tidak. “ kalau untuk status lahan ini masuk atau tidak, kami kurang tahu karena ada bagian tertentu yang mengetahuinya. Nanti kalau kita jawab iya namun ternyata tidak jadi serba salah nantinya, “kilahnya.
Kalau masalah, titip awal api, lanjut Changli, saya pun kurang tahu juga karena pada saat kejadian saya tidak berada ditempat, “ucapnya.