Dimu Mohtar: “Bohong” Perbatasan Wilayah Prioritas Pembangunan

0
28
Warga perbatasan yang tergabung dalam Forum Gempung Ketungau memblokir jalan di Dusun Mungguk Tenggiling (Semubuk), Desa Setungkup, Kecamatan Ketungau Hilir

LINTASKAPUAS | SINTANG – Dimu Mohtar, salah satu tokoh masyarakat wilayah perbatasan Indoensia-Malaysia mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah yang mengatakan bahwa daerah perbatasan menjadi wilayah prioritas pembangunan. Namun, ucapan itu sama sekali bohong.

“Kami sangat kecewa dengan kinerja pemerintah, yang katanya selama ini pembangunan wilayah perbatasan menjadi prioritas, tapi kenyataanya kita lihat sendiri untuk akses jalan saja rusak parah semua.”

Hal tersebut disampaikan Dimu Mohtar dalam orasinya dalam aksi protes warga terhadap akses jalan menuju perbatasan rusak parah yang berlangsung di Dusun Mungguk Tenggiling (Semubuk), Desa Setungkup, Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Rabu(13/1/2022).

Dimu Mohtar mendesak pemerintah baik pemerintah daerah, provinsi maupun pusat untuk segera memperbaiki akses jalan mulai dari kota Sintang menuju wilayah perbatasan yang selama ini mengalami kodisi rusak parah.

“Kami masyarakat perbatasan tidak butuh nasi bungkus atau bantuan sosial segala macam, kami malu, kami juga punya harga diri, kami masyarakat diperbatasan hanya butuh akses jalan diperbaiki karena itulah jalan bagi kami untuk mencari nafkah.
Masalah status jalan, itu bukan urusan masyarakat. Karena masyarakat tidak butuh status itu, masyarakat hanya butuh jalan menuju perbatasan tempat kami tinggal bisa dilewati, ” pungkas Dimu Mohtar.

Sebagaimana diketahui bahwa masyarakat perbatasan yang tergabung dalam Forum Gempung Ketungau menggelar aksi protes mendesak pemerintah memperbaiki akses jalan menuju wilayah perbatasan yang rusak parah.

Sebagai bentuk protes, warga Perbatasan yang tergabung dalam Forum Gempung Ketungau memblokir jalan di Dusun Mungguk Tenggiling (Semubuk), Desa Setungkup, Kecamatan Ketungau Hilir Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat.