Dokter Maki dan Usir Pasien RSUD Sintang

0
1635
Pasien Landina (31)  yang menjadi korban Pengusiran oleh Dokter bambang Dari RSUD Sintang saat hendak menjalani Operasi
Pasien Landina (31) yang menjadi korban Pengusiran oleh Dokter bambang Dari RSUD Sintang saat hendak menjalani Operasi

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Lagi-lagi pelayanan Rumah sakit Umum Daerah(RSUD) Ade M Djoen Sintang menciderai dunia kesehatan Sintang. Kali ini seorang oknum dokter atas nama Bambang memberikan sikap tidak terpuji dengan melontarkan kata-kata kasar dan mengusir pasien yang hendak menjalani operasi diruang bedah. Insiden tersebut terjadi pada, selasa(14/10) lusa kemarin.

Salah seorang kerabat pasien, Kusnidar saat dikonfirmasi menceritakan kejadian awal yang menimpa adik sepupunya tersebut yakni Landina (31)  pada Senin (13/10) akan dibedah. Diketahui ketika dokter hendak melakukan operasi atau Kurep,  kepada pasien.  Prosedurnya pada saat itu pasien  harus puasa terlebih dahulu. Pada saat hendak dilaksanakan  operasi bedah  pada Selasa (14/10) lantaran tidak mendapatkan penjelasan, sehingga pasien tersebut masih makan dan minum.

“Hari selasanya ditanya sama dokter diruang bedah. Puasa tidak? Yang namanya pasien sama sekali tidak mengetahui persyaratan untuk menjalani operasi sejenis itu harus mesti puasa, dan awalnya juga tidak adan penjelasan dari perawat, jadi wajar pasien tidak puasa, namun, karena dijawab pasien tidak puasa, langsung tiba -tiba saja dokter ini marah dan mengeluarkan kata-kata kasar,” ujarnya ketika wartawan Rabu (15/10)

Atas sikap dokter berdasrkan penjelasan dari keluarganya tersebut, oknum dokter tersebut  bahkan mengeluarkan kata-kata, bernada emosi. Pasien kemudian mengajukan surat keluar lantaran traoma dengan sikap oknum dokter tersebut, meskipun pihak rumah sakit telah melayangkan peromohonan maaf langsung. Masak seorang dokter bilang kepada pasiennya, Kamu penipu, pembohong, keluar dari ruangan, bahkan  Ini dilakukan berulang-ulang,”ujarnya.

Mengetahui kejadian tersebut, Kusnidar langsung meminta klarifikasi dari manajemen rumah sakit dan mencoba mempertanyakan kepada dokter yang manangani kerabatanya tersebut. Pada sat itu pula pihak manajemen telah menyampaikan langsung permohonan maaf, dan menganjurkan pasien untuk tetap dirawat oleh dokter yang bersangkutan. “Kita sudah  minta penjelasan Manajemen. Dan sudah menghubungi Diirektrunya rumah sakitnya katanya akan diproses,”imbuhnya.

Ia menyangkan perihal insiden tersebut yang dinilai mencoreng pelayanan rumah sakit. Ia berharap dokter yang bersikap tempramental seperti ini dapat ditindak. “Kita inginya dapat diproses dibadang kepegawaian. Direktur nya saat dihubungi juga mengatakan akan memproses yang bersangkutan,” imbuhnya.

Pasien sendiri saat ini sudah meminta pulang,  lantaran masih trauma dengan insiden tersebut. Pasien juga masih berpikir-pikir apakah kembali atau berobat ke rumah sakit atau ditempat lain. hingga berita ini diturunkan awak media belum bisa melakukan konfirmasi terhadap oknum dokter yang bersangkutan.

Sementara, pelaksana tugas harian RSUD Ade M Djoen Sukardi , saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden antara pasien dan dokter rumah sakit. Namun pihaknya mengaku belum mengetahui secara rinci permasalahan yang terjadi karena baru mendapatkan keterangan dari satu pihak.

Kami dari pihak manajemen rumah sakit belum bisa memberikan keterangan lebih rinci pasalnya kami baru mendapatkan keterangan dari pihak keluarga pasien. Sementara dokter yang bersangkutan hingga saat ini belum ada kami konfirmasi, dan untuk proses lebih lanjutnya kita menunggu direktur RSUD Sintang saja, karena beliau bersama rombongan  masih di Bali mengurus akriditasi rumah sakit “ujar Sukardi

Ia juga menuturkan terkait dengan masalah tersebut manajemen rumah sakit sempat disarankan agar tidak meninggalkan Rumah sakit dan tetap menjalani pengobatan namun pihak sudah mengurus surat keluar. “kita kemarin sudah menyarankan agar Pasien tetap menjalani perawatan disini tapi pihak keluarga tetap meminta untuk pulang, “pungas Sukardi(Hery Lingga)