Ini Hasil Koordinasi Daniel Johan Ke-Kementerian RI terkait Kasus Rabies Sintang

0
708
Tim dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI dan Balai Veteriner Banjar Baru gelar Audiensi dengan Dinas Pertanian dan perkebunan terkait dengan kasus Virus Rabies di Kabupaten Sintang.
Tim dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI dan Balai Veteriner Banjar Baru gelar Audiensi dengan Dinas Pertanian dan perkebunan terkait dengan kasus Virus Rabies di Kabupaten Sintang.

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Keluhan yang disampaikan Dinas pertanin dan perkebunan terkait dengan tingginya penyebaran Virus Rabies dikabupaten Sintang kepada anggota DPR RI Dapil Kalimantan Barat, Daniel Johan saat menggelar resesnya di Kabupaten Sintang mendapat respon Positif dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Menyikapi masih maraknya penyebaran Virus Rabies di Kabupaten sintang tersebut, kementerian pertanian langsung menurunkan Tim dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI dan Balai Veteriner Banjar Baru, Kalimantan Selatan ke Kabupaten Sintang, rabu(15/3).

“Kedatangan Tim dari Kementerian pertanian ke Kabupaten Sintang tersebut merupakan hasil koordinasi dari Anggota DPR RI, Daniel Johan dengan Kementerian Pertanian RI saat menggelar Resesnya ke Kabupaten Sintang pekan lalu, “Ungkap Politisi PKB Sintang, Syahroni Kepada wartawan.

Syahroni berharap, kedatangan tim dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI dan Balai Veteriner Banjar Baru bisa terlibat langsung untuk membantu Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sintang dalam menangani rabies dapat menyelesaikan kasus tersebut dengan segera.

“Dengan adanya bantuan dari pusat, saya berharap masalah rabies ini dapat ditangani dengans egera sehingga tak lagi menimbulkan korban jiwa dan keresahan di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Anggota DPR RI Daniel Johan Saat menggelar Reses ke Kabupaten Sintang
Anggota DPR RI Daniel Johan Saat menggelar Reses ke Kabupaten Sintang

Saat berada di Kabupaten Sintang, Kasi Pemberantasan Penyakit Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Kesehatan Hewan, Sub Direktorat Pencegahan Pemberantasan Penyakit Hewan, Kementerian Pertanian RI, drh. Arief Hukmi mengatakan kedatangan mereka tersebut mengacu kepada surat yang sudah dikeluarkan Bupati Sintang terkait status rabies yang sudah ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Sintang merupakan salah satu Kabupaten yang ada di wilayah Kalimantan Barat yang terdapat kasus rabies, bahkan Bupati Sintang sudah mengeluarkan SK KLB untuk penyakit rabies. Untuk itu, kita datang kesini untuk melakukan vaksinasi di daerah tertular dan daerah-daerah yang belum tersentuh vaksinasi,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, kedatangan kita kekabupaten Sintang ini juga untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terhadap bahaya penyakit rabies dan bagaimana cara menanganinya jika mengalami gigitan.

“Tak hanya vaksinasi, kita juga akan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait ciri-ciri anjing yang terkena rabies dan cara menangani jika mengalami gigitan. Intinya, kita ingin masyarakat tetap waspada,”pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Veronica Ancili mengatakan kedatangan mereka tersebut ke Kabupaten Sintang selain untuk berkoordinasi juga untuk turun langsung ke lapangan untuk membantu mengatasi permasalahan rabies yang ada di Kabupaten Sintang.

“Mereka nantinya akan mendatangi langsung wilayah ring satu atau yang merupakan wilayah yang sudah dianggap daerah rawan penyebaran rabies,” ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya.

Ia juga mengatakan pada kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan kekurangan yang ada di Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sintang dalam mengatasi rabies di Kabupaetn Sintang.

“Vaksin kita kurang, itu sudah kita sampaikan dan pihak dari Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI mengatakan ada 4.500 vaksin yang sudah disediakan,” pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here