Kades Nanga Mahap Angkat Suara Terkait Tercemarnya Sungai Sekadau

0
220

LINTASKAPUAS | SEKADAU – Hingga saat ini kondisi Sungai Sekadau masih keruh tercemar, diduga karena adanya aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di perhuluan Sungai Sekadau.

Aktivitas ini kerap dikeluhkan masyarakat yang menggunakan air Sungai Sekadau untuk kebutuhan mereka melalui media sosial Facebook.

Air Sungai Sekadau yang bermuara ke Sungai Kapuas ini digunakan oleh ribuan masyarakat di 4 (empat) kecamatan, yakni Nanga Mahap, Nanga Taman, Sekadau Hulu dan Sekadau Hilir.

Untuk memastikan keluhan masyarakat terkait keruhnya Sungai Sekadau, media ini mencoba mendatangi Kecamatan Nanga Mahap dan melihat langsung. Ternyata memang benar air Sungai Sekadau keruh atau tercemar.

Kondisi ini tentunya mengancam kesehatan masyarakat yang masih menggunakan air Sungai Sekadau untuk kebutuhan sehari-hari.

Kepala Desa Nanga Mahap, Saherman Sampun juga membenarkan sungai tersebut tercemar. Bahkan ia menjelaskan, kondisi itu sudah lama terjadi, namun dirinya sebagai bagian dari warga Nanga Mahap hanya bisa berkeluh kesah, tidak ada kewenangan untuk melakukan tindakan terhadap tercemarnya Sungai Sekadau.

“Terkait tercemarnya Sungai Sekadau dan sungai-sungai di sekitaran Kecamatan Nanga Mahap memang itu sudah lama terjadi. Kami sebagai masyarakat hanya bisa berkeluh kesah, karena memang tidak ada kewenangan kami dalam penindakan aktivitas (peti) tersebut,” ujar Kepala Desa Nanga Mahap, Saherman Sampun saat ditemui di Nanga Mahap, Selasa (23/2/2021) siang.

Kades Nanga Mahap menambahkan, sebelumnya pihaknya bersama Forkopimcam Nanga Mahap sudah melakukan pertemuan membahas terkait adanya PETI di Nanga Mahap pada bulan Januari lalu.

Hal itu menindaklanjuti surat dari Pemerimntah Kecamatan Nanga Taman yang juga mengeluhkan persoalan serupa. Pasca rapat itu aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin di Nanga Mahap sempat berhenti, namun kini kembali terjadi.