KLHK Gelar Operasi Gabungan Pengamanan dan Pemulihan Kawasan TNGP

0
37
KLHK saat menggelar Konferensi Pers di Kantor Balai TNGP. (Foto Agsfy)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan melakukan Operasi Gabungan Pengamanan dan Pemulihan Kawasan Serta Pembersihan Jerat di Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), Kalimantan Barat.

Dalam Operasi gabungan tersebut akan melibatkan lebih dari 100 personil dari berbagai direktorat di KLHK, Kepolisian, TNI dan wakil masyarakat. Sasaran operasi mencakup kawasan seluas 108.000 ha.

Dirjen Gakkum, Rasio Ridho Sani dalam Keterangan Persnya mengatakan,
Upaya ini merupakan komitmen Kementerian LHK untuk memberantas kejahatan lingkungan dan kehutanan dengan instrumen pemantauan kejahatan dengan teknologi yang memadai.

“Kami terus meningkatkan kapasitas SDM untuk mengantisipasi perkembangan modus kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan,” katanya Kamis (22/10).

Selain itu, Dirjen KSDAE, Wiratno menjelaskan, Kegiatan operasi simpatik yang akan melibatkan masyarakat tersebut merupakan salah satu contoh penerapan 10 cara baru mengelola kawasan konservasi.

“Pelibatan masyarakat implementasi adalah cara kesatu, yaitu masyarakat sebagai subyek dan untuk pelibatan multipihak seperti TNI dan Kepolisian merupakan implementasi cara keenam yaitu sebagai kepemimpinan multilevel,” jelasnya.

Lanjut Wiratno menjelaskan, di kegiatan ini pihaknya akan melibatkan lebih dari 100 personil dari Direktorat Pencegahan dan Pengamanan Hutan, SPORC Brigade Bekantan Balai Gakkum LHK Wilayah Kalimantan, Polisi Kehutanan Balai TN Gunung Palung ( Ditjen KSDAE KLHK), Kepolisian Resort Ketapang, Kepolisian Resort Kayong Utara, dan Komando Distrik Militer 1203 Ketapang. Selain itu Kegiatan operasi tersebut juga melibatkan kurang lebih 20 warga desa-desa yang ada di sekitar kawasan TN Gunung Palung.

“Sasaran operasi ini meliputi kawasan TN Gunung Palung seluas ± 108.000 ha yang tersebar di Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Pangkal Tapang, RPTN Sedahan, RPTN Tanjung Gunung, RPTN Batu Barat, RPTN Matan, RPTN Sempurna, dan RPTN Pangkalan Jihing yang terletak di dua kabupaten yaitu Ketapang dan Kayong Utara,” paparnya.

Selain itu juga Wiratno menjelaskan Tujuan dari operasi gabungan tersebut adalah untuk mengamankan kawasan TN Gunung Palung dari gangguan kejahatan lingkungan hidup dan kehutanan dan mensosialisasikan arti penting kawasan TN Gunung Palung bagi masyarakat umum khususnya masyarakat sekitar kawasan dengan harapkan dapat menjadi momentum tersebut untuk semua pihak agar dapat menjaga dan melestarikan TN Gunung Palung.

“Operasi gabungan ini dipicu oleh temuan Tim Gakkum saat berpatroli di kawasan penyanggah Taman Nasional Gunung Palung. Pada 19 Oktober 2020. Tim Gakkum menemukan ratusan batang kayu olahan dengan berbagai jenis serta ukuran tanpa surat keterangan sahnya hasil kayu. Dengan temuan tersebut Tim Gakkum mengamankan satu mesin pembelah kayu, serbuk dan serpihan sisa pengolahan kayu, serta pemilik sawmill,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Sustyo Iriyono menegaskan, kawasan Taman Nasional Gunung Palung harus dilindungi dan dilestarikan.

“Kami tidak akan mentolelir kegiatan yang merusak kawasan. Bersama TNI-Polri, Ditjen Gakkum KLHK akan terus berupaya mencegah dan memberantas kegiatan yang merusak ini,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, M. Ari Wibawanto mengatakan, Operasi simpatik tersebut lebih menekankan upaya mencegah dan menangkal ancaman dengan melibatkan warga 17 desa yang berbatasan langsung dengan kawasan.

“Kami sangat berharap kegiatan ini dapat mendorong semua pihak, terutama warga desa di sekitar kawasan dapat turut serta menjaga kawasan Taman Nasional Gunung Palung,” tutur M. Ari Wibawanto. (Agsfy)