KPU Sintang Gelar Simulasi Pencoblosan Surat Suara

0
155

Bupati Sintang, Jarot Winarno menjadi Peserta Pemilih dalam Simulasi Pemungutan Dan Penghitungan surat Suara yang diselenggarakan oelh KPU Sintang
LINTASKAPUAS – SINTANG — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sintang menggelar simulasi pencoblosan dan perhitungan suara di komplek Stadion Baning, Selasa (9/4) kemarin
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mematangkan persiapan menjelang hari pencoblosan pada 17 April 2019 yang tinggal hitungan hari.
Simulasi yang digelar KPU dimulai pada pukul 07.00 WIB. Para pemilih dikondisikan seperti mengikuti proses pemilu sesungguhnya. Panitia menyiapkan empat bilik pencoblosan. Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga dibuat seusai dengan Juknis dan PKPU. Simulasi pencoblosan juga melibatkan langsung anggota KPPS dan PPS.
“Simulasi benar benar melibatkan KPPS, dan PPS. Ini bagian dari sosialisasi dalam perhitungan nanti tentunya inilah realnya. Kita buat TPS sesuai juknis dan PKPU, mulai dari petugasnya, ukuran TPS, termasuk juga pemilih dan saksi, itu real. Pengawas juga, dari Bawaslu,” kata Ketua KPU Kabupaten Sintang, Hazizah.
Menurut Hazizah, simulasi ini dilakukan untuk mengetahui durasi pencoblosan hingga perihitungan surat suara, mengingat Pemilu tahun ini serentak dengan lima jenis pemilihan dan lima surat. “Jadi kita ingin tahu durasinya berapa lama. Tadi kita mulai jam 7 sampai jam 1 apakah cukup waktunya, setelah pungutan ada perhitungan, durasi berapa lama petugas ditingkat bawah,” ujarnya.
Ada 150 orang yang dilibatkan untuk mengikuti simulasi pencoblosan. Satu peserta, durasi mencoblos lima surat suara dibutuhkan waktu 3—6 menit. Untuk peserta disabilitas, panitia kata Hazizah menyiapkan pendamping apabila dibutuhkan. “Pendampingan disabilitas ada, nanti mengisi formulis C4 untuk pendamping. Disabilitas harus kita permudah, kalau orangnya datang dia dahulukan,” ungkapnya.
Bupati Sintang, Jarot Winarno berharap simulasi yang digelar KPU berjalan lancar sampai waktu pencoblosan nanti. Namun, Jarot berharap hasil dari simulasi ini bisa dilihat untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesalahan pemilih dalam mencoblos surat suara.
“Nanti kalau direkap, kita mau tahu tingkat keabsahan yang simulasi ini. Karena di kota yang diundang simulasi orang berpendidikan, bagaimana dengan di pedalaman, kan mungkin tingkat pendidikan kurang, yang berpendidikan saja belum tentu semuanya bener nih, apalagi menentukan pilihan dia calon anggota DPD, DPRD, DPR RI, provinsi, nanti saya mau lihat hasilnya,” pinta Jarot.
Kapolres Sintang, AKBP Ade Hariadi memastikan TNI Polri siap mengamankan pemilu di Kabupaten Sintang. Ada 503 personel Polri dan 308 BKO TNI yang membantu pengamanan pemilu.
“Semua TPS diperioritaskan. Titik rawan sementara TPS yang jauh. Hingga saat ini belum ada kita monitor yang sifatnya menonjol. Polri dan TNI siap mengamakan pemilu. Itu intinya,” tegas Kapolres. “Hingg saat ini hawa politik masih landai, belum ada gejolak. Mudah mudahan tidak ada maslaah. Kita imbau masyarakat yang punya hak pilih wajib datang ke TPS untuk menyalurkan suaranya,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here