Kucuran Dana Untuk Perbatasan Janggal

0
1290
Memperihatinkan_Masyarakat perbatasan saat melintasi jalan tikus yang menghubungkan Desa Jasa menuju Desa Nanga Bayan Kecamatan Ketungan Hulu.
Memperihatinkan_Masyarakat perbatasan saat melintasi jalan tikus yang menghubungkan Desa Jasa menuju Desa Nanga Bayan Kecamatan Ketungan Hulu.

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Proses Pembangunan infrastruktur daerah perbatasan di diwilayah khususnya untuk kecamatan Ketungau Hulu kabupaten Sintang dinilai terkesan asal-asalan. Pasalnya sejumlah proyek yang menghabiskan anggaran hingga miliaran rupiah. Namun’ realiasi dari wujud pembangunan tersebut sama sekali tidak kelihatan.

“masyarakat perbatasan sangat bersyukur sekali karena banyak proyek pembangunan infrastruktur yang masuk, bahkan setiap tahun kucuran dana pembangunan dari pemerintah pusat terus mengalir, tapi sangat disayangkan karena semua itu belum bisa dirasakan karena hingga saat ini perbatasan masih tetap seperti yang dulu, “ungkap Anggota DPRD sintang, Heri Jamri wartawan belum lama ini.

Sebagai contoh nyata yang tidak dapat dirasakan oleh masyarakat terkait dengan pembangunan Kantor Camat Senaning, meskipun proses pembangunannya sudah rampung sejak tiga tahun yang lalu, namun hingga saat ini tak kunjung difungsikan karena letak tempatnya berada ditengah hutan. “proyek pembangunan diperbatasan itu asal-asalan, lihat saja kantor camat yang disenaning dibangun ditengah hutan, kalau kondisinya seperti itu, siapa yang mau kesana, tidak hanya itu masih ada pembangunan rumah khusus yang anggarannya berasal dari dana pusat namun hasilnya nihil.

Selain itu, lanjut Heri, proyek yang tumpang tindih. Kalau mau di cek banyak terjadi di perbatasan. Misalkan proyek sudah didanai dengan APBD Kabupaten, lalu didanai lagi dengan sumber dana berbeda. Sementara pengerjaan dan proyeknya sama. Sangat mengherankan memang. Proyek untuk perbatasan terkesan kurang perencanaan,”tegasnya.

Oleh sebab itu, legislator Dapil ketungau tersebut meminta agar perbatasan jangan dijadikan sebagai mesin lahan proyek untuk mengucurkan uang. Tak terkecuali jika benar-benar memberikan dampak positif yang bisa dirasakan langsung masyarakat. “ miris sekali rasanya saat salah satu TV swasta Nasional menayangkan kondisi infrastruktur jalan diwilayah perbatasan sintang. Keadaannya masih tetap seperti dahulu, hancur, “jelas Heri

Ia pun menyoroti untuk proyek pusat yang masuk ke perbatasan. Proyek dilakukan terkesan kurang koordinasi dengan pemerintah daerah. Padahal koordinasi tersebut dianggap penting, agar tujuan pembangunan bisa tercapai. “Pembangunan perbatasan harus tampak secara jelas. Supaya masyarakat bisa merasakan secara langsung,” kata dia.

Terpisah, Tokoh Masyarakat perbatasan Sukambali, mengatakan warga perbatasan sangat mengharapkan pemerintah peduli terhadap pembangunan infrastruktur di perbatasan. Pembangunan itu dinilai sudah menjadi kebutuhan, dan berperan penting dalam menopang roda ekonomi masyarakat setempat.

Ia mengatakan jika dengan kondisi infrastruktur sekarang, untuk menuju ibu kota Kabupaten sangat sulit. Dana transportasi menjadi mahal. Kendala tersebut harus dihadapi warga perbatasan. Karena itu, tak jarang hasil komiditi perkebunan, banyak di jual ke Malaysia lantaran lebih dekat.(Hery Lingga)