Kuliah Online Butuh Pertimbangan Khusus Untuk Mahasiswa

0
330
Anggota DPRD Sintang, Yulius, S.Sos

SINTASKAPUAS I SINTANG – pasca mewabahnya Pandemi Virus Corona Disease(COVID – 19) Seluruh Universitas dan perguruan tinggi di Kabupaten Sintang menerapkan sistem perkuliahan secara online.

“Kebijakan Kampus tersebut tentu sulit dilakukan mahasiswa mengingat fasilitas Internet diwilayah timur kalbar masih terbatas, ” ungkap Anggota DPRD Sintang, Yulius, S.Sos kepada wartawan kemarin.

Yulius menyampaikan agar ada pertimbangan khusus dari pihak kampus terhadap mahasiswa selama Covid -19 ini terutama dalam proses kelulusan.

“Saat inikan, karena covid 19 ini, mahasiswa kita diminta untuk kuliah dari rumah. Lalu pulanglah mereka ke kampungnya masing-masing. Sementara pihak kampus, mulai mengusahakan perkuliahan dengan sistem online. Nah, kita di Sintang, pasti mengalami kendala besar untuk menerapkan cara kuliah seperti ini. Saya yakin lebih dari 70% mahasiswa pasti banyak yang susah sinyal. Jangankan untuk mengerjakan tugas secara online, untuk di telepon saja tidak bisa,” ungkap Yulius. “Saya harap, pihak kampus seperti UNKA, STKIP, STIKES di Sintang itu dapat memberikan pertimbangan khususlah bagi adek-adek mahasiswa kita ini. Untuk jangka pendek, pada semester ini, kiranya mereka bisa dapat nilai yang cukup untuk bisa meneruskan ke semester depan,” tambahnya.

Yulius juga mengungkapkan bahwa pemerintah tentu akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk memperlancar proses belajar dari rumah bila kondisi pendemi covid 19 ini berlangsung dalam jangka waktu lama. Menurutnya, hal tersebut sungguh tidak diharapkan namun gagasan antisipasi perlu untuk berjaga-jaga.

“Kita inikan belum tahu berapa lama lagi pendemi covid 19 ini akan berlangsung, maunya kita ya secepatnya pulih seperti dulu, kita bisa beraktivitas seperti biasa lagi, bisa belajar di kampus lagi, bisa rapat-rapat lagi. Tapi situasi ini tidaklah bisa kita pastikan. Tentu terkait dengan urusan belajar ini, kita semua akan memberi perhatian, inikan juga terkait dengan masa depan generasi penerus bangsa. Jadi kita akan saling membantu, saling mendukung agar proses belajar tetap optimal,” ujar Yulius lagi. “Pemerintah untuk saat ini tentulah belum ada anggaran yang bisa dialokasikan khusus terhadap hal ini, karna semua bentuk rasionalisasi anggaran sedang difokuskan untuk penanganan covid 19 ini. Tapi bila situasi ini berlangsung lebih lama dari perkiraan kita, tentu pemerintah akan berembuk dengan instansi terkait dan juga pihak lainnya untuk mengatasi persoalan ini, bisa saja dengan membangun fasilitas-fasilitas jaringan komunikasi baru biar di kampung juga jadi mudah dapat sinyal,” imbuh politisi Partai Hanura ini.

Dalam wawancara terpisah, Dr. Antonius, S.Hut.MP selaku rector Universitas Kapuas (UNKA) Sintang menyebutkan bahwa pihaknya sudah menerapkan sejumlah metode belajar online sejak Sintang ditetapkan berstatus KLB (Kejadian Luar Biasa) terkait pendemi covid 19. Namun proses perkuliahan ini juga menghadapi sejumlah kendala sehingga dirasa belum optimal penerapannya.

“Sintang juga menjadi wilayah yang juga rawan atas penyebaran dampak dari covid ini. Kami di lembaga pendidikan, begitu Sintang menyatakan status KLB, kami juga mengikuti. Mau tidak mau kami harus berubah. Terutama pelayanan kepada mahasiswa. Untuk saat ini kami menerapkan perkuliahan sistem daring atau online. Pada penerapannya, sekalipun pada kondisi industri 4.0 belum semua di Sintang itu siap dengan perkuliahan online ini. Tapi mau tidak mau dengan dampak covid 19 kita dipaksakan untuk melaksanakan sistem daring,” kata Anton. “Berbagai kendala yang kami hadapi memang, terutama sebaran mahasiswa yang sampai ke pelosok. Ada banyak dari mereka yang memang tidak mendapatkan signal. Sehingga sistem perkuliahan daring, yang semula kita mau dengan sistem video conference jadi sangat terbatas. Kemudian kita sikapi dengan sistem lain, yaitu penyampaian materi dengan google classroom kemudian dengan wa group, kemudian dengan google meeting, jadi ada beberapa strategi kita menyesuaikan dengan situasi saat ini. Kita tahu ini belum optimal, tapi kita tetap berusaha sebaik mungkin. Semoga saja pendemi covid 19 ini segera berlalu, “pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here