Kusnadi : Pimpinan Ormas Harus Bisa menjadi “Role Model”

0
78

penetapan Kepengurusan Pusat Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) Kabupaten Sintang Puspawaja Kabupaten Sintang
LINTASKAPUAS I SINTANG – Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sintang, Kusnadi mengatakan bahwa pimpinan Onganisasi kemasyarakatan , sosial dan keagamaan hendaknya harus bisa menjadi “Role Mode”( Panutan-Red) untuk bahwahannya serta bisa menjadi suri teladan dilingkungan masyarakat.
“Yang namanya seorang pemimpin itu harus bisa menjadi panutan untuk bawahannya. Serta bisa menadi contoh teladan ditengah-tengah masyarakat, “ungkap Kusnadi usai menghadiri Halal Bi Halal dan penetapan Kepengurusan Pusat Paguyuban Warga Jawa (Puspawaja) Kabupaten Sintang Puspawaja Kabupaten Sintang bertempat di Indoor Apang Semangai Komplek Stadion Baning Sintang, Sabtu (29/6/2019)
Kusnadi mengatakan bahwa dalam lingkungan maysrakat khususnya masyarakat kabupaten Sintang yang terdiri dari berbagai suku, etnis dan agama sangat membutuhkan sebuah wadah sebagai pemersatu seperti ormas. Melalui sebuah konferensi ataupun musyawarah organisasi diharapkan dapat merumuskan berbagai kebijakan strategis organisasi ,untuk membangun kehidupan umat dan masyarakat yang sehat dan dinamis.
“Setiap organisasi yang ada di Kabupaten sintang saya harap agar semakin kokoh dalam perannya di masyarakat, serta berkontribusi positif terhadap penyelenggaraan pemerintahan serta bisa menjadi alat pemersatu dari beraneka ragam perbedaan, “ucap Kusnadi.
Politisi PKB ini mengatakan bahwa Puspawaja merupakan salah satu organisasi yang tak hanya menjaga kelestarian budaya, namun juga menjaga silaturahmi baik antar sesama suku maupun dengan suku yang lain.
“Ada peran penting yang dilakukan oleh Puspawaja salah satunya ada pelestaian budaya. Disini juga terbukti bahwa Puspawaja ada andi penting bagi Pemerintah Kabupaten Sintang,” ucapnya.
Sementara, Bupati Sintang, Jarot Winarno menyampaikan adanya giat Halal Bi Halal ini merupakan bukti nyata bahwa keberagaman yang ada di Kabupaten Sintang merupakan anugrah yang baik dan tak menguangi rasa apapun.
“Kita diajarkan bagaiaman saling berbagi dan membei meskipun dengan keberagaman suku dan agama yang ada. Kita mampu menjaga keutuhan RI khususnya di Kabupaten Sintang dengan mampu memberi satu sama lain tanpa memandang pebedaan,” ucapnya.
Ketua Panita Pelaksana, Siti Musrikha mengungkapkan bahwa Puspawaja Kabuapten Sintang sudah pada 14 tahun sejak berdirinya. Tentunya, ada banyak hal yang sudah diakukan sesuai dengan tujuan berdirinya Puspawaja Kabupaten Sintang yaitu kegiatan sosial, membantu meningkatkan perekonomian dan membina kesatuan.
“Kita ingin Puspawaja mampu memberikan dampak positif bagi angota maupun bagi warga masyarakat Kabupaten Sintang,”pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here