Lapas Ketapang Usulkan 316 Narapidana Beragama Islam Untuk Mendapat Remisi Khusus

0
165
Foto Ilustrasi. (Net)

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijrian / 2020 Masehi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ketapang mengusulkan remisi khusus untuk narapidana beragama Islam sebanyak 316 Orang.

Kalapas Ketapang, Isnawan,SH,.MH, mengatakan bahwa remisi khusus ini diberikan kepada narapidana yang sudah memenuhi persyaratan administrasi dan subtantif.

“Dihari Raya Idul Fitri kali ini, kita mengusulkan remisi khusus untuk warga binaan yang beragama islam sebanyak 316 orang. Besaran remisi yang diberikan antata lain 15 hari, 1 bulan, dan 1 bulan 15 hari, ” ujarnya Selasa, (19/05/2020).

Ia menjelaskan, Pemberian remisi khusus ini ada dua katagori kasus pidana yaitu Pidana Umum (Pidum) dan Pidana Khusus (Pidsus).

“Untuk narapidana umum syaratnya antara lain, telah menjalani 6 bulan dari masa pidana dan tidak sedang menjalani pelanggaran disiplin atau register F aktif mengikuti program pembinaan. Sedangkan untuk narapidana pidana khusus mengikuti katagori PP No.28/2006 dan PP No.99/2012. (Tindak pidana korupsi, narkotika, prekusor narkotika, psitropika, terorisme, kejahatan terhadap keamaanan negara dan kejahatan hak asasi manusia yang berat, serta kejahatan transnasional terorganisasi, dan warga negara asing) harus memenuhi syarat-syarat tambahan yaitu memiliki surat Justice Colabolator atau bersedia bekerjasama dalam mengungkap kasus narkoba atau korupsi dan membayar lunas denda dan uang pengganti serta surat pernyataan cinta NKRI untuk perkara teroris,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain remisi pihaknya juga melaksanakan Permenkumham No.10 tahun 2020 tentang syarat pemberian Asimilasi dan hak Integrasi bagi narapidana dan anak dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran Covid-19.

“Ada 125 orang narapidana yang sudah kita asimilasikan dirumah dengan pengawasan petugas pembibing dari kantor balai pemasyarakatan,” akunya.

“Semoga pembibingan yang dilaksanakan dapat menjadikan warga binaan semakin menyadari kesalahannya dan lebih memperbaiki diri. Disamping itu juga, diperlukan peran serta keluarga dan masyarakat untuk mengawasi sebagai tempat kembalinya mereka,” harapnya. (Ags.Fy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here