Miris.. Banyak Desa di Serawai-Ambalau tak Tembus Akses Darat

0
1067
Honoratus Guntur
Honoratus Guntur

LINTASKAPUAS.COM,SINTANG-Pemerataan pembangunan belum sepenuhnya dirasakan oleh semua daerah di Bumi Senentang. Ini dibuktikan dengan banyaknya desa yang belum menikmati akses pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan.

Contohnya di Kecamatan Serawai-Ambalau. Sejumlah desa didua kecamatan itu terpaksa mengandalkan jalur sungai untuk transportasi.

“Di Kecamatan Serawai-Ambalau, cukup banyak desa yang belum bisa ditembus lewat jalur darat. Jalur yang diandalkan hanya lewat sungai. Itupun biayanya mahal,” kata Honoratus Guntur, anggota DPRD Sintang dari Dapil Serawai-Ambalau.

Ia mencontohkan, bila suatu desa/atau dusun bisa diakses lewat jalan darat paling lama setengah jam, karena harus melewati jalur sungai, bisa memakan waktu hingga tiga jam.

“BBM yang digunakan mencapai 60 liter. Bandingkan jika menggunakan sepeda motor jika akses daratnya sudah ada, paling banyak hanya 1 liter saja. Dari Serawai menuju desa pedalaman, biayanya Rp100-Rp150 per orang. Biasanya, ongkos angkutan dihitung berdasarkan jarak tempuh” katanya.

“Masyarakat di pedalaman Serawai-Ambalau, jangankan untuk ke Sintang, menuju kota kecamatan saja susah,” sambung politisi Nasdem ini.

Khusus untuk Kecamatan Serawai, kata pria yang akrab disapa Guntur ini, daerah yang tak tembus akses darat ada enam desa. “Tapi, untuk desa paling ujung seperti Rantau Malam dan Jelundung, aksesnya jalannya sudah ada. Tapi dibuat oleh perusahaan,” bebernya.

Selaku wakil rakyat dari Kecamatan Serawai-Ambalau, ia berharap pembangunan infrastruktur tetap menjadi perhatian serius oleh pemerintah. “Contohnya, pembangunan jembatan di Serawai yang terkena banjir bandang belum lama ini. Saya bersyukur pemerintah merespon cepat keluhan ini dan akan diakomodir dalam APBD Perubahan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here