Pemekaran PKR Mendapat Lampu Hijau Dari Presiden

0
377

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmiji menggelar Kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sintang
LINTASKAPUAS I SINTANG, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmiji mengatakan bahwa rencana pemekaran Provinsi Kapuas Raya yang didambakan masyarakat wilayah timur Kalbar mendapat lampu hijau dari presiden RI.
“Saat bertemu dengan bapak Presiden RI kemarin terkait dengan usulan Pemekaran ini, provinsi Kaltara saya jadikan pembanding, ” ungkap Sutarmiji saat menggelar kunjungan kerjanya ke Kabupaten Sintang, selasa(22/1/2019)
pembanding yang dimaksud tersebut seperti jumlah penduduk, jika dibandingan dengan Kaltara waktu waktu pertama dimekarkan jumlah penduduknya hanya berkisar 700.000 jiwa.
“Jika dibandingkan dengan Kapuas Raya jumlah penduduknya mencapai 1,6 – 1,7 juta jiwa, dua kali lipat dari jumlah penduduk Kaltara, “ucapnya.

yang kedua, luas wilayah, kalau kita bandingkan dengan Kaltara, mungkin lebih luas Kapuas Raya dan yang ketiga perbatasan kita dengan malaysia 960 Km yang membentang dari Kabupaten Kapuas Hulu hingga Kabupaten Sambas, sehingga tidak tentu hanya dikontrol dari pontianak serta rentan kendali pelayanan publik akan repot dan terakhir saya juga menyampaikan kondisi Infrastruktur yang rusak parah dan beliau langsung meminta data jalan yang paling rusak, makanya sudah saya kirim datanya. Itulah obrolan saya sekitar 40 menit dengan presiden,” terangnya.
Lalu setelah pulang dari pertemuan tersebut, Presdien kata Midji langsung meminta kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) untuk menyiapkan seluruh data tentang Kapaus Raya.
“Dan baru beberapa menit saya duduk di sini (Kantor Bupati Sintang), Pak Mensesneg menelfon saya. Dia minta saya ke Jakarta untuk membahas pemekaran ini,” kata Midji.
Ini kata orang nomor satu di pemerintahan Kalbar tersebut, tidak ada kaitannya dengan politisasi. Tapi memang harus diperjuangan dengan timing (waktu) yang tepat demi untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita masyarakat yang ada diwilayah timur kalimantan Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here