Pemkab Sintang Siaga KARHUTLA

0
944
Gelar Apel Besar Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sintang
Gelar Apel Besar Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Sintang

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Bercermin dari pengalaman masa lalu terkait dengan Kebakaran Hutan dan Lahan yang terjadi dikabupaten Sintang pada tahun 2015 pemerintah Kabupaten Sintang tahun 2016 ini langsung menggelar siaga sebagai langkah antisipasi Pencegahan dan pengendalian.

Siaga pencegahan dan pengendalian Kebakaran Hutan dan lahan tahun 2016 tersebut digelar dalam upacara apel besar kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang dengan Ispektur Upacara Bupati Sintang, berlangsung di Stadion Baning Kota Sintang, Jumat(29/4)

Upacara Apel Besar Karhutla 2016 tersebut dihadiri langsung oleh Komandan Korem 121/ABW, Wakil Kepala Polisi Daerah, Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Komandan Kodim 1205 Sintang, Kapolres Sintang, forum komunikasi pimpinan daerah Sintang, Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Sintang serta unsure dari masyarakat Sintang.

Bupati Sintang, dr. h. Jarot Winarno, M.Med, Ph mengatakan pembebasan lahan dengan cara membakar merupakan suatu dampak kesalahan besar sehingga menjadi penyebab kabut asap yang tebal dengan itensitas ketebalan yang cukup tinggi.

“kondisi tersebut akan menjadi ancaman terhadap manusia untuk mudahnya terserang penyakit ISPA (Inpeksi Saluran Pernapasan Akut), tidak hanya manusia, flora fauna yang hidup dihutan juga menjadi sasarannya, dulu sebelum dibakar, hutan berwarna hijau dengan beraneka ragam jenis tentunya membawa suasana sejuk, menghirup udara yang bersih kini setelah kabut asap pembakaran hutan dan lahan secara bebas membuat seluruhnya menjadi bencana, Katanya.

Ia menuturkan Apel siaga kebakaran hutan dan lahan di tahun 2016 memiliki slogan “udara bersih tanpa kabut asap” yang dimana kegiatan apel siaga ini merupakan bentuk komitmen untuk menyamakan persepsi antara masyarakat, dan seluruh elemen yang terkait untuk menyatukan tekad dalam mencegah, menanggulangi, meminimalisir kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Sintang.

Kita berharap tahun 2016 ini tidak ada lagi terjadi pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan sehingga menimbulkan kabut asap seperti pada tahun 2015 lalu. Kata Jarot

Ia juga mengatakan karhutla memberi dampak kerugian besar, maka dari itu semua pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada tahun 2016 ini dapat dilakukan karena membakar hutan dan lahan menyebabkan timbulnya kabut asap yang memberikan dampak negatif bagi ekonomi nasional, dimana pertumbuhan ekonomi sangat menurun drastis pada tahun sebelumnya.

“kebakaran hutan dan lahan tidak boleh terjadi lagi, cukup ditahun 2015 lalu, kita harus bersama-sama bahu membahu, menjadikan kebakaran hutan ini sebagai musuh terbesar bagi kita, dan harus ada kesadaran dari diri kita sendiri, mulai dari masyarakat, hingga ke para instansi terkait dalam hal karhutla ini, “ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat kabupaten Sintang untuk melakukan upaya pencegahan dini, deteksi dini terhadap kebakaran hutan dan lahan secara menyeluruh. “Mari bahu membahu menanggulangi kebakaran hutan dan lahan baik dari pihak masyarakat, perusahaan sawit, perusaahan karet yang ada di Kabupaten Sintang, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen instansi terkait, “ajak Jarot