Potret Buram Pendidikan Di Perbatasan :Siswa Ikuti ASBN Pakai Jaringan Internet Malaysia

0
48
Siswa SMPN 4 Ketungau Hulu mengikuti Ujian ANBK menggunakan Jaringan Internet Malaysia bertempat di Bukit Empaung Desa Nanga Bayan Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang

LINTASKAPUAS | SINTANG – minimnya Sarana dan prasarana infrastruktur diwilayah perbatasan Indonesia-Malaysia, Siswa Sekolah menengah Pertama(SMP) Negeri 4 Desa Nanga Bayan Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang mengikuti Program Assasment Nasional Berbasis komputer(ANBK) menggunakan Jaringan Sinyal Internet Malaysia.

Mirisnya lagi, untuk mendapatkan jaringan sinyal internet tersebut para siswa mesti menempuh waktu perjalanan lebih kurang 2,5 jam menuju Bukit Empaung, salah satu bukit yang membatasi negara Indonesi-Malaysia terletak di Desa Nanga Bayan Kecamatan Ketungau Kabupaten Sintang.

selama pelaksanaan ANBK para siswa SMP Negeri 4 terpaksa menginap atas bukit empaung 2-3 malam agar tetap bisa mendapatkan sinyal jaringan Malaysia baik provider Maxis maupun Celcom.

Demi untuk kenyamanan para siswa untuk mengikuti ujian ANBK yang merupakan program dari kementerian pendidikan, kebudayaan, Riset dan tekhnologi(Kemendigbud Ristek) dibantu orang tua siswa dan warga dengan mendirikan pondok darurat diatas bukit

Ketua Kelompok Informasi Masyarakat Perbatasan(Kimtas), Ambresius Murjani mengungkapkan, Bukit Empaung yang menjadi tempat pelajar SMPN 4 Nanga Bayan melaksanakan ASBN, tidak jauh dari batas Serawak Malaysia, cuma sekitar 3 kilometer sudah tiba di negara Tetangga.

Di Nanga Bayan memang sudah dibangun BTS Telkomsel Bakti, namun tidak berfungsi atau dalam keadaan rusak. Makanya, pelajar SMPN 4 Nanga Bayan pergi ke Bukit. Mereka ujian menggunakan sinyal Malaysia Maxis atau Celcom,” ungkap Murjani.

Murjani bercerita, untuk membantu pelaksanaan ASBN pelajar SMPN 4 Nanga Bayan di Bukit Empaung, orang tua murid lebih dulu membersihkan tempat dan menyiapkan pondok pada hari Minggu.

Setelah itu, orang tua murid ada yang bermalam di bukit. Ada juga sebagian yang pulang ke Nanga Bayan.

Pelaksana Harian Bupati Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si mengatakan bahwa program Assessment Nasional Berbasis komputer merupakan program dari kementerian pendidikan kebudayaan Riset dan tekhnologi sebagai upaya untuk pemerataan kualitas pendidikan, hanya saja program tersebut sebenarnya tak bisa di sama ratakan dengan kondisi infrastruktur yang ada diwilayah perbatasan saat ini, ” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah Kabupaten Sintang sudah pernah menyurati Kementerian pendidikan dan kebudayaan- Riset dan tekhnologi terkait dengan Program ANBK tersebut, mengingat saranan dan prasara infrastruktur yang ada di Kalimantan Barat khususnya di wilayah perbatasan masih minim.
“Kita sebenarnya sudah pernah menyurati kementerian supaya kebijakan program tersebut tidak di sama ratakan di setiap daerah karena mengingat, itu tadi Sarana dan prasarana yang ada belum terpenuhi, ” ucapnya.
Yosepa juga berharap kepada pemerintah pusat, agar lebih arif dan bijaksana dalam membuat kebijakan terutama dengan program yang sama agar tidak disama ratakan disetiap daerah, “pungkasnya.