PPDB Sistem Zonasi Mencegah terjadinya Pungli Dalam Dunia Pendidikan

0
42

Ilustrasi
LINTASJAPUAS I SINTANG –Ketua DPRD Sintang, Jeffray Edward mengatakan bahwa proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 menerapkan Sistem zonasi ini merupakan merupakan salah satu langkah untuk mencegah terjadinya pungutan liar(Pungli)
“Penerapan Sistem Zonasi dalam Dunia pendidikan saat ini merupakan langkah yang tepat dan baik karena dengan mengunakan sistem zonasi, calon peserta didik akan melanjutkan pendidikan tidak jauh dari radius tempat tinggalnya, “ucap Jeffray kepada Awak Media Belum lama ini.
Menurut Jeffray, penerapan Aturan Baru dalam dunia Pendidikan tersebut merupakan langkah yang tepat demi kemajuan dunia pendidikan. “Dengan sistem zonasi ini, praktik korupsi di sektor pendidikan menurun dan mendekatkan anak dari tempat tinggalnya tentu semakin baik untuk sistem pendidikan kita, Ucapnya.
Berkaca dari pengalaman dari tahun-tahun sebelumya, menurut Jeffray, PPDB selalu dihiasi dengan praktik pungli. Sebab, praktik pungli terjadi di sekolah karena adanya stigma sekolah unggulan atau favorit. Padahal pada sekolah tersebut, banyak pungutan yang dilakukan ketika tahun pertama penerimaan siswa baru dengan alasan untuk ini dan itu.
“Olehkarenanya, adanya penghapusan sekolah unggulan dan adanya sistem zonasi dapat menghilangkan praktik pungli. Sebab, selama ini banyak ditemukan komite sekolah mengambil kebijakan untuk peningkatan pendidikan dengan memungut iuran di luar kesepakatan,” ungkapnya.
Jeffray menegaskan, jangan sampai ada praktik pungli, dari oknum-oknum yang memanfaatkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di semua jenjang pendidikan.
“Kami meminta kepada Disdikbud Sintang dan pihak terkait untuk dapat mengantisipasi ada praktik seperti pungutan tersebut, kepada masyarakat yaitu orangtua murid agar turut mengawasi,” pintanya.
Oleh Sebeb itu, pemerintah telah mengalokasikan anggaran bagi pendidikan, melalui berbagai program baik itu dana BOS, DAK pendidikan dan lainnya. Ihwal itu dilakukan guna mendukung wajib belajar.
“Diharapkan jangan sampai nanti ada salah satu dari sekolah negeri, yang dibiayai negara melakukan praktik pungutan kepada orang tua murid, saat tahun ajaran baru ini, yang dimanfaatkan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here