Protes Keputusan Wasit, Laga Sintang Vs Sekadau Diwarnai Lemparan Botol

0
991
Wasit yang memimpin pertandingan Sintang Vs Sekadau dijaga polisi ketika memasuki ruang ganti usai pertandingan
Wasit yang memimpin pertandingan Sintang Vs Sekadau dijaga polisi ketika memasuki ruang ganti usai pertandingan

SINTANG-Sintang FC memenangkan pertandingan melawan Sekadau 2-1, dalam laga lanjutan Piala Nusantara di Stadion Baning, Senin (29/8). Laga tersebut berjalan cukup keras. Beberapa kali kedua kesebelasan nyaris adu jotos. Bahkan ketika pertandingan berakhir, sempat terjadi aksi pelemparan botol oleh suporter ke benc pemain Sintang FC.

Pelemparan botol tersebut diduga karena keputusan kontroversial wasit yang memberikan penalti pada Sintang FC. Tak mau aksi pelemparan berlanjut, pihak kepolisian langsung bersiaga. Usai pertandingan, wasit bahkan dikawal pihak kepolisian untuk memasuki ruang ganti.

Meski bermain sebagai tamu, Sekadau FC berhasil membuka skor lebih dulu pada babak pertama. Menerima umpan dari tengah lapangan, Beri Bertopan lolos dari jebakan offside dan berhasil menggetarkan jalan Sintang FC pada menit 29. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Dibabak kedua, Sintang FC terus berusaha menyamakan kedudukan. Upaya tersebut berhasil setelah wasit menunjuk titik putih yang dikonversi menjadi gol oleh Abdul Rohim pada menit 53. Penalti tersebut sempat menyulut protes pemain Sekadau FC, karena menganggap tak ada pelanggaran yang terjadi. Setelah gol tersebut, tensi pertandingan kian panas.

Sintang akhirnya berbalik unggul pada menit 56. Gol dicetak oleh striker andalan Sintang Rudi Andreas. Tendangan pemain bernomor punggung 11 dari sisi kanan gawang Sekadau melesat mulus. Skor 2-1 bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang.

Meski pertandingan sudah berakhir, kiper Sekadau berusaha mendekati wasit untuk memprotes keputusan dalam pertandingan itu. Hal yang sama juga dilakukan oleh official Sekadau. Beruntung keduanya bisa ditahan oleh panpel dibantu pihak kepolisian.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here