Pulang Via Jalan Tikus,TKI Asal Sulawesi Diusir Warga Perbatasan

0
50

Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Sintang berdialog dengan masyarakat perbatasan terkait dengan prosedur penanganan dan penanggulangan penyebaran wabah Virus Corona LINTASKAPUAS I SINTANG – Salah satu Tenaga Kerja Indonesia Asal Sulawesi pulang dari malaysia melalui jalan tikus perbatasan masuk ke Desa Sungai Pisau kecamatan ketungau hulu wilayah perbatasan indonesia – malaysia sempat mendapat pengusiran dari warga karena dianggap sudah terpapar covid – 19
Pengusiran tersebut terjadi karena pihak Kecamatan dan aAparat TNI-Polru sempat melakukan identivikasi karantina dan mengisolasi TKI tersebut di Desa Sungai Pisau, namun masyarakat tidak menerima karena dianggap sudah terpapar covid-19.
Untuk menghindari hal –hal yang tidak di inginkan akhirnya aparat Pemerintah Kecamatan Ketungau Hulu dan TNI – Polri serta tim medis dengan cepat mengambil langkah mengevakuasi TKI asal Sulawesi tersebut ke Kota Kabupaten Sintang.
Ketua tim tugas pemantauan distribusi dan harga barang di Perbatasan, Askiman mengatakan bahwa informasi adanya pengusiran salah satu TKI yang datang dari Malaysia tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penanganan dan penanggulanan penyebaran Covid 19 serta kurangnya jalinan komunikasi dengan aparat pemerintah sehingga masyarakat beranggapan bahwa setiap ada orang yang masuk ke daerah mereka dianggap sudah terpapar covid 19.
“Kami sudah melakukan klarifikasi dengan warga, tokoh masyarakat. dan sebenarnya luar biasa, sebenarnya masyarakat disini ingin melakukan pencegahan dan ingin hidup sehat. hanya saja karena keterbatasan pengetahuan dan kurangnya penyuluhan dari kita terhadap penanganan dan pencegahan penyebaran wabah Covid 19 ini sehingga masyarakat beranggapan setiap ada orang masuk kesini mereka anggap sudah terpapar wabah Covid tersebut, “Jelas Askiman.

Sebenarnya, apa yang ditangani oleh pemerintah Kecamatan, TNI dan Polri serta medis masih dalam status Orang dalam pantauan. dan setelah kita menyampaikan sosialisasi baru mereka memahaminya. dan warga TKI tersebut sudah dibawa ke Sintang, “pungkasnya.
Sementara Komandan distrik militer 1205 sintang, Letkol Infantri Eko Bintara Saktiawan, menyampaikan untuk menghindari kejadian pengusiran kembali terhadap TKI yang pulang dari malaysia melalui jalur batas pihaknya mengusulkan format khusus untuk penanggulangan dengan membentuk pos-pos penampungan sementara di perbatasan.

“Sebagai langkah Antisipasi agar tidak terulang kembali pengusiran terhadap warga TKI yang pulang melalui jalan-jalan tikus, kami mengusulkan untuk membentuk pos-pos diperbatasan sebagai tempat penampungan sementara dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran Wabah Covid 19 awal sebelum dibawa ke Sintang, “Tawar Dandim
Sementara wakil Ketua DPRD Sintang, Hery Jambri menyampaikan agar tidak terulang kembali adanya pengusiran terhadap warga TKI yang pulang dari serawak Malaysia, hendaknya Pemerintah Kabupaten lebih intens menjalin komunikasi dengan aparat pemerintah kecamatan dan desa.
“Aparat pemerintah mesti rutin melakukan sosialisasi terhadap prosedur penanganan dan penanggulangan Penyebaran wabah Covid 19 ini kepada masyarakat agar tidak terulang kembali kejadian serupa.
Menurut heri Jambri TKI ilegal yang pulang dari jalur perbatasan harus tetap diselamatkan karena mereka juga warga indonesia yang sudah diusir dari malaysia oleh sebab itu masyarakat khususnya yang ada di daerah perbatasan untuk tetap menjaga rasa kemanusiaan ditengah wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Waspada corona bukan berarti mematikan rasa kemanusiaan kita pada sesama manusia terlebih lagi pada sesama warga Indonesia,” ujarnya ketika mengunjungi Desa Sungai Pisau Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here