Sintang Terancam Gas Rumah Kaca

0
770
Bupati Sintang melakukan Penanaman Pohon Dalam Rangka Peringatan Hari Bumi Sedunia

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG. Bupati Sintang Jarot Winarno mengatakan bahwa Kabupaten Sintang dipastikan saat ini sudah terancam Gas Rumah Kaca yang tidak mungkin bisa dihindari lagi seiring dengan pertambahan kendaraan mobil dan motor dalam jangka waktu satu bulan mencapai 300 unit Kendaraan masuk ke Kabupaten Sintang.

Hal tersebut disampaikannya menghadiri Perigatan Hari Bumi Sedunia dengan tema Memperingati Hari Bumi Untuk Mewujudkan Perilaku Peduli Perubahan Iklim di Gang Gamajaya Kelurahan Baning Kota Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang kemarin.

Bupati Menjelaskan bahwa “Gas Rumah Kaca” berasal dari pembakaran posil-posil seperti batu bara, lahan gambut yang olah untuk menanam sawit, pembakaran hutan dan ladang yang mengelurakan CO2, knalpot-knalpot mobil dan kendaraan lain yang mengeluarkan CO2,NO dan NO2 dan lain sebagainya.

“walaupun Sintang presentasi kawasan hijaunya cukup tinggi seperti daerah tepian sungai khsusunya tebek yang masih hijau, hutan wisata baning yang luasnya 213 hektar namun itu semua belum cukup untuk menyejukkan kota sintang.

Ia juga mengatakan peringatan hari bumi ini mengingatkan kita tentang pemanasan global atau global warming. “jadi panas matahari itu ke bumi seperti cermin panasnya di pantulkan lagi keatas tetapi kalau atmospir kita ini di penuhi dengan yang kita sebut gas rumah kaca dari co2 karbon dioksida dia mau merancap ni panas ini nda bisa di pantulkan lagi bebalek lagi sama kita lagi itulah yang di sebut dengan global warming atau pemanasan global”kata jarot.

Selain itu ungkap jarot bahwa upaya yang harus di lakukan yakni mewujudkan gang-gang hijau kota sintang ini, yakni seperti menanam pohon,menanam sayur-sayuran di pekarangan rumah dan lain sebagainya, seperti yang di laksanakan hari ini di gang gamajaya desa baning dilakukan penanaman pohon, pembagian bibit-bibit pohon serta lain-lain juga.

“di setiap gang-gang ini kita harus jadi hijau terutama terkait tentang pemanasan global, karena salah satu dampak utama dari pemanasan global adalah musim yang tidak berketentuan, kadang-kadang musim hujan lalu memanjang orang-orang udah musim kemarau kita lagi musim hujan, begitu juga sebaliknya, itulah kira-kira kaitannya kenapa kita hari ini berkumpul dan berkomitmen bersama”kata jarot.

Jarot berharap launching gang gamajaya RT 13 desa baning menjadi gang hijau sebagai baru langkah awal untuk mewujudakan gang hijau, terlebih juga ada pelatihan terkait bank sampah, latihan terkait bercocok tanam dan lainnya. “saya pikir masyarakat gang gamajaya patut berbangga karena inilah satu-satunya di sintang, kemudian kalau gang ini bisa menjadi contoh dari gang lain yang ada di baning ini bisa kita jadikan desa proklim yakni desa yang pro dengan iklim, dengan lingkungan”harap jarot.

Sementara itu CEO CU Keling Kumang Valentinus mengatakan Keling Kumang Grup dan solidaridad sangat mendukung tentang peringatan dan penjagaan lingkungan, salah satu contohnya hari ini yang di laksanakan yakni ada gang hijau di gang gamajaya seperti penanaman pohon, pembagian bibit pohon, pembagian tong sampah dan lainya. “kami sangat mendukung kegiatan gang hijau ini dengan adanya penanaman bibit ini kami harapkan nanti bibit-bibit ini jangan sampai tidak di tanam, jadi harus di tanam, di rawat agar bisa menghasilkan produk, menghasilkan uang sehingga bisa menambah pendapatan dan income keluarga”kata valentinus.

Valentinus menambahkan salah satu upaya Keling Kumang Grup untuk mendukung pelestarian hutan dan lingkungan yakni  pembagian bibit-bibit pohon di beberapa tempat di kabupaten sintang termasuk juga penanaman pohon di kawasan pantai,  untuk itu keling kumang grup dan pihaknya bersama solidaridad akan melakukan pembinaan secara terus menerus bagi warga di gang gamajaya ini sehinga gang hijau bisa terwujud karena Gang Gamajaya menjadi pilot projek gang hijau.