Tenggelam Saat Mandi, Cristoper Ditemukan Dalam Kondisi Tak Bernyawa

0
193
Foto Tim Sar Gabungan Saat mengevakuasi Jenazah Korban (Cristoper Nugroho).

LINTASKAPUAS I KETAPANG – Warga Kecamatan Air Upas dihebohkan dengan tenggelamnya Cristoper Nugroho (14) seorang pelajar SMP di Desa Air Upas, Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang. Pada Minggu, (21/06/2020) lalu.

Setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan akhirnya Cristoper Nugroho berhasil ditemukan pada Senin (22/06/2020). Namun nasib naas saat ditemukan kondisi siswa Pelajar SMP tersebut sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

“Korban ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari tim rescue Pos SAR ketapang, BPBD Kabupaten Ketapang, Polsek , Koramil , Staf Kecamatan, Staf Desa Air upas, PT Ayu Sawit Lestari keluarga korban dan masyarakat,” jelas kepala kantor pencarian dan pertolongan kelas A Pontianak, Haryadi.

Menurut Haryadi tim basarnas melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian dengan di backup oleh unsur terkait dengan melakukan pengamanan di sekitar lokasi penyelaman dan akhirnya korban ditemukan oleh penyelam sekitar 10 meter dari lokasi tenggelam.

“Saya mengimbau masyarakat untuk selalu mengawasi aktivitas anak-anak disekitaran sungai. Karena kondisi seperti ini bisa saja terjadi dan pastinya kita tidak menginginkannya,” mintanya.

Pencarian hari kedua ini sejatinya telah dilakukan penyisiran seluas 1 nautical mile (1.852 m) dan penyelaman di sekitar lokasi dengan menggerakan satu rubberboat (perahu karet bermesin) dalam pelaksanaannya.

Korban Selanjutnya dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Untuk diketahui, korban yang merupakan pelajar kelas 2 SMP Kebanteng Estate, beralamat di Pakujuang Mill, Dusun Petuakan, Desa Air Upas, Kecamatan Air upas, Ketapang, tenggelam terbawa arus deras di Sungai Jembatan Jujah, Minggu (21/6) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kapolsek Marau IPTU Angga P.A. Nainggolan, S.T.K, S.I.K melalui Babinkamtibmas Desa Air Upas, Brigpol Sardi yang turut dalam pencarian bersama warga di sekitar tempat kejadian menyebutkan bahwa peristiwa tenggelamnya korban bermula dari niatnya bersama kedua rekannya pelajar dari sekolah yang sama bernama Davara verza azari dan Fika Tegar mandi usai memancing di sungai tersebut.

Saat kejadian, seorang warga bernama Nuyam yang tinggal di dekat kejadian sempat melarang anak-anak tersebut untuk tidak mandi di sungai. Namun larangan tidak diindahkan.

Saat itu korban menyusul temannya mandi melompat dari atas jembatan jujah dengan ketinggian kurang lebih 4 meter dari permukaan air.

Akibat arus cukup deras, korban tidak mampu berenang dan terus terseret arus sungai. Korban sempat berteriak minta tolong temannya.

Mendengar teriakan korban meminta tolong, temannya yang bernama Davara berusaha meminta bantuan warga setempat, namun belum sempat meminta bantuan, korban sudah tenggelam dan tidak muncul kepermukaan air lagi. (Ags.Fy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here