Tim Gugus Tugas Covid 19 Pantau Distribusi dan Harga Sembako di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia

0
382
Tim gugus tugas Covid 19 Kabupaten Sintang gelar pemantauan distribusdi dan harga sembako diwilayah perbatasan derah kecamatan Ketungau Hulu dan Tengah Kabupaten Sintang

LINTASKAPUAS I SINTANG – Tim Gugus Tugas Covid -19 yang dipimpin langsung wakil Bupati Sintang menggelar pemantauan distribusi dan harga barang sembako ke Daerah Perbatasan indonesia – Serawak Malaysia Wilayah Kecamatan Ketungau Hulu dan Kecamatan Ketungau Tengah.

Pemantauan distribusi dan harga barang di daerah perbatasan Indonesia –Malaysia oleh tim gugus covid 19 tersebut juga melibatkan Kodim 1205 sintang dan Polres Sintang, dan instansi terkait serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Sintang.

Pemantauan distribusi dan harga barang pasca wabah virus covid 19 digarda terdepan negara tersebut, berlangsung selama empat hari mulai dari Kamis 16 april hingga 20 april 2020 dengan menjangkau Desa-Desa  yang berada di garis batas membentang sepanjang 134 kilo meter mulai dari Desa Sungai Areh Kecamatan Ketungau Hulu hingga Desa Kayu Dujung Kecamatan Ketungau Tengah.

Tim gugus tugas Covid 19 Sintang sosialisasikan pencegahan dan penanggulangan penyebaran wabah Covid 19 kepada aparat pemerintahan Desa di wilayah perbatasan

Dalam pemantauan, tim gugus covid-19 juga sekaligus menggelar operasi pasar murah dititik kota kecamatan ketungau hulu dan ketungau tegah serta  di sejumlah titik Desa yang berbatasan dengan negara Malaysia yakni Desa Sungai Seria, Desa Entelik, Desa Muakan, Desa Nanga Seran, Desa Nanga Kelapan, Desa Munggu Gelombang, Desa Wana Bakti dan Desa Kayu Dujung.

Operasi pasar murah yang digelar tersebut berupa sembilan bahan pokok mulai dari gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, telur dan lainnya guna meringankan beban masyarakat perbatasan yang terdampak langsung dengan Covid-19.

Dalam pemantauan, tim gugus tugas Covid-19 juga memberikan sosialisasi kepada aparat pemerintahan desa disetiap desa yang dipantau terkait dengan penanganan dan pencegahan penyebaran virus korona dan meminta kepada aparat desa agar menyampaikannya kepada masyarakat.

Tim gugus tugas Covid 19 serahkan barang sembilan bahan pokok kepada Aparat pemerintahan desa untuk disalurkan kepada warga perbatasan dengan harga dibawah harga pasar

Wakil bupati sintang, Askiman menyampaikan bahwa pemantauan distribusi dan harga barang diwilayah perbatasan dilakukan untuk mengetahui harga barang yang mengalami kenaikan cukup signifikan dan sekaligus langsung melakukan operasi pasar murah agar bisa meringankan beban masyarakat serta menekan kenaikan harga barang yang dibutuhkan masyarakat perbatasan.

“pemantauan ini kita lakukan untuk mengetahui distribusi dan harga barang khusus sembako diperbatasan. dan dari hasil pantauan kita yang mengalami harga cukup signifikan itu adalah Gula, minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, “jelas Askiman

Dengan iformasi yang diterima, tim gugus Covid 19 bersama dengan Disperindangkop & UKM langsung menggelar Operasi pasar murah.

“Selain Pemantauan distribusi dan harga barang kita juga langsung menggelar Operasi pasar murah untuk desa- desa yang kita tuju seperti gula, minyak goreng, telur, bawang merah dan putih sebanyak 100 kg per jenis.

“Mudah-mudahan dengan adanya operasi pasar murah ini bisa menjadi stimulan dan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat perbatasan yang terdampak wabah covid 19 saat ini.

Kondisi infrastruktur jalan diwilayah perbatasan Indonesia-Malaysia

Askiman juga menyampaikan bahwa bahwa pasca wabah covid 19, untuk jalan tikus yang biasa dijadikan masyarakat sebagai akses mendapatkan barang dari perbatasan sudah ditutup sehingga masyarakat hanya bisa mendapatkan barang dari dalam negeri melalui jalur balai karangan kabupaten Sanggau.

“Kalau untuk jalur tikus diperbatasan, semuanya sudah ditutup oleh Pamtas, dan hanya satu jalur akses yaitu dari Balai Karangan Kabupaten Sanggau agar masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan sembilan bahan pokok. ” ucapnya

Dalam kesempatan tersebut Askiman juga meminta kepada aparat pemerintah desa agar lebih intens mensoisalisasikan penanganan dan pencegaan penyebaran covid- 19 agar tidak menimbulkan ketakutan yang berlebihan pada masyarakat yang berdampak pada keberlangsungan hidup masyarakat.

“Dalam pemantauan ini kita masih mengumpulkan informasi dan menyerap aspirasi masyarakat yang terdampak Covid 19. dan hasilnya akan kita evaluasi kembali sehingga kita bisa mengambil langkah-langkah apa yang akan kita lakukan kedepannya, “pungkas Askiman.