Tim Sekadau Borong Gelar Juara Lomba Dayung Sintang

0
348
Bupati Sintang Jarot Winarno dan Anggota DPR RI foto bersama dengan pemenang lomba dayung

SINTANG-Empat tim dari Kabupaten Sekadau, memborong semua gelar juara dalam lomba dayung Sintang yang berakhir, Minggu (16/9).

Dalam babak final yang disaksikan Bupati Sintang Jarot Winarno, Anggota DPR RI Sukiman, Anggota DPRD Sintang Anton Isdianto, Hamzah Sopian dan Syahroni serta forkopinda, tim dayung Bintang Hitam (Sekadau) berhasil menjadi juara pertama. Juara II direbut oleh Gegah Buana (Sekadau), Juara III Lumba Kapuas (Sekadau) dan Juara IV Kibas (Sekadau).

Meski babak final mempertandingan semua tim dari Kabupaten Sekadau, pertandingan tetap berjalan seru. Selepas start, semua tim tampak gigih mendayung untuk berjuang menjadi yang terdepan. Sorak sorai penonton yang memadati pinggir Sungai Kapuas semakin menambah semangat para tim yang bertanding.

Bupati Sintang Jarot Winarno saat seremonial penutupan mengucapkan selamat pada tim dari Kabupaten Sekadau yang menjadi pemenang. Ia juga meminta agar tim belum beruntung tidak patah semangat. “Meski yang menjadi juara semuanya dari Sekadau, kita semua bahagia. Karena, Insya Allah nanti kita akan menjadi keluarga besar Provinsi Kapuas Raya,” kata Jarot disambut tepuk tangan meriah.

Ia mengatakan, lomba sampan di Sintang sudah sering dilaksanakan. Bahkan saat lomba sampan memperingati HUT Kota Sintang beberapa waktu lalu, tim Sekadau juga menjadi juara.

“Selamat pada pemenang. Untuk yang kalah, jangan khawatir. Tanggal 5-12 November, akan digelar Festival Seni Budaya Melayu, salah satu kegiatannya adalah lomba sampan. Penyelenggarannya adalah Sekadau. Jadi, ayo rebut juara disana nanti,” ajak Jarot memberi semangat.

“Untuk di Sintang, tanggal 19-20 Januari tahun depan, kita bikin lomba sampan yang lebih meriah. Bukan hanya lomba sampan bidar, tapi juga lomba perahu hias,” bebernya.
Di Sintang, sambung Jarot, paling tidak tiga kali menggelar lomba sampan dalam setahun. Pertama dibulan Januari,kedua dalamrangka Hari Jadi Kota Sintang setiap tanggal 10 Mei, ketiga dalamrangka menyongsong hari Kemerdekaan.

Jarot mengatakan, dayung erat kaitannya dengan peradaban sungai. “Adat kita hidup di Sungai, jadi jangan sampai hilang,” tegasnya.

Menurut ketua panitia Ehsanudin, 49 klub yang mengikuti lomba dayung terdiri 18 tim dari Kabupaten Sintang, 28 tim dari Kabupaten Sekadau, 2 tim dari Kabupaten Sanggau dan 1 tim dari Kabupaten Kapuas Hulu. “Kami sembat menghubungi tim dari Kabupaten Melawi, tapi tim mereka tidak berpartisipasi kali ini,” katanya.

Ia mengatakan, lomba dayung digelar dalam rangka memperingati HUT RI. “Karena di Sekadau ada perlombaan serupa saat HUT RI lalu, maka lomba dayung di Sintang diundur dan baru digelar sekarang. Apalagi, peserta juga paling banyak dari Sekadau,” katanya.

Ehsanudin menuturkan, jika dibandingkan dengan peserta lomba dayung dalam rangka hari jadi Sintang, peserta dari Sekedau kali ini lebih sedikit. “Saat itu hampir 60-an, sekarang hanya 28 saja,” katanya.

Untuk para pemenang, selain mendapatkan hadiah berupa piala dan uang, juga menerima beras. Juara I Rp 10 juta, Juara II Rp 8 juta, Juara III Rp 6 juta, Juara IV Rp 4 juta. “Para juara dari I, II, III dan IV, semuanya mendapatkan hadiah beras 100 kilogram,” bebernya.

Anggota DPR RI Sukiman yang turut hadir dalam pembukaan lomba dayung mengaku senang dan bahagia dengan lomba yang dilaksanakan di Kabupaten Sintang. Sebagai lomba yang dilakukan untuk mencari altel-atlet berbakat diolahraga dayung, ia berharap bisa menjadi ajang persiapan untuk menghadapi Porprov dalam waktu dekat.

“Lomba dayung ini juga menjadi ajang bagi teman-teman untuk bersilaturahmi. Dengan berbagai hiruk pikuk saat ini seperti politik maupun ekonomi, sangat tepat melaksanakan olahraga seperti ini,” katanya.

Dikempatan itu, ia mengharapkan peserta selalu menjunjung tinggi sportifitas dan mempererat persatuan. “Karena olahraga tidak memandang suku,agama atau apapun. Yang penting prestasi dan spotifitas,” katanya.

Makanya, Sukiman berharap lomba dayung bisa menjadi agenda rutin tahunan. Lomba kali ini pesertanya cukup banyak, meski waktu sosialisasi tidak terlalu panjang.”Penting olahraga dayung menjadi agenda tahunan. Karena dayung merupakan olahraga tradisonal sekaligus olahraga rakyat,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here