Ungkap Peredaran Narkoba, Polres Ketapang Tangkap Pasutri yang Diduga Sebagai Bandar

0
158

Foto tersangka TO dan AD beserta barang bukti saat diamankan di Mapolres Ketapang. (Foto Ist)
LINTASKAPUAS I KETAPANG, – Kepolisian Resort (Polres) Ketapang kembali mengungkap kasus tindak pidana narkoba di wilayahnya. Kali ini Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Ketapang berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis Sabu dan Pil Ekstasi dengan menangkap dua orang tersangka pelaku yang merupakan Pasangan Suami Istri (Pasutri) dengan inisial TO dan AD pada Jum’at (26/11/2021) lalu. Berdasarkan rekam jejaknya Tersangka TO merupakan Seorang Residivis dalam kasus yang sama (Bandar Narkoba).

Saat dikonfirmasi, Kapolres Ketapang AKBP Yani Permana melalui Kasat Narkoba Iptu Anggiat Sihombing mengatakan, terungkapnya kasus ini bermula dari informasi yang diterima pihaknya bahwa ada sebuah paket barang yang dicurigai berisi narkoba yang dititipkan melalui travel dari Pontianak menuju ke Ketapang.

“Kita menerima informasi bahwa ada sebuah paket yang dikirim seseorang dari Pontianak menuju ke Ketapang menggunakan mobil travel. Dimana paket yang kita curigai berisi narkoba tersebut tertulis alamat tujuan ke Jalan Gajah Mada Desa Kali Nilam Gg Nilam Lestari atau D Komplek Perumahan Damara Residance dengan bertuliskan nomor Handphone, yang selanjutkan diketahui nomor handphone tersebut adalah nomor dari tersangka AD,“ ujar Sihombing, Kamis (02/12) pagi.

Lanjut Sihombing menjelaskan, setelah travel tersebut sampai di kota Ketapang pada hari Jumat 26 November 2021 sekitar Pukul 12.30 WIB, tersangka AD menghubungi pengemudi travel untuk mengantarkan paket tersebut ke Gudang Bengkel Auto Car Care di Jalan HOS Cokroaminoto Kecamatan Delta Pawan, untuk selanjutnya di ambil oleh seorang pengemudi Ojek Online. Petugas Satnarkoba yang sudah mengikuti paket tersebut langsung mengamankan paket tersebut dari pengemudi ojek online untuk dibawa ke Mapolres Ketapang.

“Kita amankan tersangka TO ini berdasarkan alamat serta nomor handphone yang tertera di paket tersebut, yang mana tersangka TO ini merupakan residivis kasus narkoba, tersangka Kita amankan di kediaman orang tuanya di Desa Sungai Awan Kecamatan Muara Pawan, dan saat diperiksa dari dalam kamar tersangka petugas menemukan satu ( 1 ) buah alat hisap sabu atau bong yang masih berisi serbuk sabu dan sebuah timbangan digital,” jelasnya.

Dijelaskan Sihombing lagi, usai diamankan petugas di kediaman orang tuanya, tersangka TO langsung dibawa ke alamat rumah yang tertera di paket pengiriman barang.

“Dan pada saat kita lakukan pemeriksaan dirumah tersebut, petugas kembali menemukan sebuah alat hisap sabu dan sebuah timbangan digital kembali,” timpalnya.

Sihombing memaparkan, saat paket kiriman dari Pontianak tersebut dibuka dengan disaksikan langsung oleh tersangka TO, saksi pengemudi travel, saksi pengemudi ojek online serta saksi dari perangkat desa setempat, ditemukan satu amplop putih yang di dalamnya terdapat satu klip plastik besar berisi serbuk kristal putih yang diduga sabu dengan berat 101 gram bruto, serta satu plastik transparan yang berisi 100 butir pil warna hijau yang diduga ekstasi.

“Dalam keterangannya di depan petugas, awalnya tersangka TO ini tidak mengakui bahwa paket kiriman dari Pontianak tersebut adalah kepunyaannya, namun setelah saksi pengemudi travel dan pengemudi ojek online menunjukan nomor handphone orang yang telah menghubungi mereka untuk mengantar paket tersebut merupakan nomor handphone nya, tersangka TO tidak dapat mengelak lagi. Selanjutnya atas keterangan tersangka TO, Petugas juga mengamankan istri nya yaitu tersangka AD di Kecamatan Pemahan Kabupaten Ketapang,” tukasnya.

Kini keduanya beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Ketapang. Kedua tersangka sendiri dapat dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Dan atau Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 ayat ( 1 ) Undang-undang No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Agsfy)