Wujudkan Kabupaten Lestari, Sekber Forum Multi Pihak Terbentuk di Sintang

0
44

Lokakarya pembentukan Sekretariat bersama forum Multi pihak di Kabupaten Sintang
LINTASKAPUAS I SINTANG – Bupati Sintang Jarot Winarno membuka secara Resmi Lokakarya ke-2 Pembentukan Sekretariat Bersama Forum Multi Pihak di Kabupaten Sintang yang diselenggarakan di Hotel My Home, Kamis (21/11/2019).

Kegiatan ini dalam rangka menindaklanjuti Lokakarya Pertama Multi Pihak di Kabupaten Sintang pada tanggal 5 September 2019 lalu dan diselenggarakan oleh Pemda Kabupaten Sintang difasilitasi oleh Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan KLHK melalui Kalimantan Forest Project (KalFor)

Pada kesempatan itu, Perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar, Lasarus Marpaung mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk menselaraskan kegiatan Kalfor Project dengan Komitmen Kabupaten Sintang sebagai “Kabupaten Lestari” dalam menjaga hutan dan terjaganya lingkungan hidup yang ada di masa depan, membangun jaringan kerja bersama para pihak dalam sebuah wadah Sekretariat Bersama Forum Multipihak untuk mendukung berbagai program pembangunan lingkungan, sosial dan budaya di Kabupaten Sintang, dan Mensinergikan berbagai kegiatan yang akan dilakukan para pihak di Kabupaten Sintang.

“Output yang diharapkan adalah terbentuknya Sekretariat Bersama Forum Multipihak di Kabupaten Sintang yang terdiri dari lintas sektor, meliputi Pemerintah Daerah, perguruan tinggi, NGO, asosiasi dan juga sektor swasta. Selain itu juga, tersusunnya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga sekretariat bersama forum multipihak kabupaten Sintang” ungkap Lasarus.

Lasarus juga mengatakan bahwa Indonesia memiliki tantangan serius untuk mengatasi kerusakan lingkungan karena berbagai pemicu. “Melalui proyek Penguatan Perencanaan dan Pengelolaan Hutan di luar kawasan hutan di Kalimantan (KalFor), Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan UNDP dan GEF untuk mengatasi penyebab kerusakan lingkungan tersebut, khususnya untuk mencegah makin bertambahnya deforestasi melalui perencanaan, pengelolaan dan monitoring hutan yang ada di areal pengunaan lain (APL)”lanjutnya.

Pada kesempatan itu, Jarot mengatakan bahwa tahun ini adalah tahun keempat dari komitmen global tentang tujuan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development goals). “Tujuan pembangunan berkelanjutan yang pertama tujuan pembangunan berkelanjutan dimaksudkan kita hari ini boleh berupaya untuk memenuhi kebutuhan kita hari ini, namun tidak boleh mengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan mereka artinya bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan adalah visioner kedepan untuk anak cucu kita nanti. Yang kedua, dalam tujuan pembangunan yang berkelanjutan kita harus mampu menyeimbangkan antara kelestarian lingkungan dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan dengan adat istiadat budaya setempat” lanjutnya.

“Masih dalam komitmen global, tujuan pembangunan berkelanjutan yang ke 15 adalah menjaga ekosistem dan hutan kita, alam kita. Tujuan pembangunan yang berkelanjutan yang ke 17 itu namanya kemitraan, karena sifat dasar dari tujuan pembangunan yang berkelanjutan adalah kita tidak bisa mengerjakan ini sendiri, jadi kita disuruh bermitra, kita disuruh membuat sekretariat bersama” ungkap Jarot.

Pada kesemptan itu pula, Jarot mengungkapkan rasa bahagianya karena dapat berkumpul bersama pada kegiatan itu dan mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten akan membantu. “Saya bahagia hari ini kita berkumpul bersama dan pemerintah kabupaten pasti membantu, jadi mudah-mudahan terlaksana dengan baik” ungkap Jarot.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here