120 Orang Peserta Musda PM Sintang Keracunan Makanan

0
1703
Salah satu Korban Saat mendapat Perawatan Insentif dari Dokter
Salah satu Korban Saat mendapat Perawatan Insentif dari Dokter

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Sebanyak 120 peserta musyawarah pemuda muhammadiyah Sintang yang digelar pada hari sabtu(30/1) bertempat di Gedung Sekolah Menengah Kejuruan(Smk) Muhammadiayah Sintang terpaksa dilarikan kerumah Sakit Ade M Djoen Sintang karena mengalami keracunan makanan catering

Satu diantara peserta Musda, Aang menduga keracunan makanan yang di alami puluhan peserta  tersebut berawal dari Nasi Kotak yang di sediakan panitia pada saat Istirahat Makan Siang. “Para peserta ini makan nasi kotak yang di sediakan panitia pada saat istirahat siang, tapi para peseta ini baru merasakan sakit,  sekitar pukul 7.00 Wib,”katanya.

Aang mengaku, dirinya tak terkena lantaran tak ikut memakan  nasi kotak itu, namun menurutnya sebagian peserta yang mengkonsumsi nasi kotak tersebut menjadi korban keracunan makanan.”Mereka yang terkena ini, mengalami diare, mual-mual, bahkan ada yang muntah, sampai lemas, sehingga harus di bawwa ke rumah sakit,”katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten sintang, dr. Sinto Lynoh, menuturkan bahwa dari 120 jumlah peserta yang mengalami keracunan tersebut, 32 orang diantaranya terpaksa harus dirawat inap karena membutuhkan perawatan intensif dari dokter, sementara 88 lagi hanya menjalani rawat jalan.

“Pasien Keracunan Mulai berdatangan Ke RSUD ini sekitar pukul 19.00 Wib, dan kita cukup kewalahan juga menanganinya, namun masih bisa kita atasi. Untuk saat ini yang masih menjalani rawat inap ada 29 orang. 3 orang sudah kita izinkan pulang karena sudah kita pastikan sembuh, sementara yang lainnya hanya menjalani rawat jalan, “jelasnya.

Ia juga menjelasnya, keracunan massal tersebut sudah terjadi untuk ketiga kalinya dikabupaten Sintang dalam jangka waktu yang berdekatan dan semuanya diduga berasal dari makanan. oleh sebab itu, dirinya meminta kepada seluruh masyarakat kabupaten Sintang agar tetap selalu waspada. dan ia juga menghimbau kepada penusaha penyedia makanan agar teliti serta waspada dalam mengelola makanan.

Salah satu korban yang mengalami keracunan, Rohendi S.Ag, mengaku awal dirinya bisa keracunan setelah makan Sore Dirumahnya bersama dengan seluruh perserta makan Sore bersama dengan Peserta Musda. Setelah makan langsung pulang untuk mandi dan sholat.

“Setelah saya mandi dan hendak Sholat, mulai itu lah kepala saya merasa pusing disusul dengan muntah-muntah serta masuk kamar mandi beberapa kali. Namun tak kunjung ada perubahan maka saya sampaikan kepada pihak panitia agar menggantikan saya sebagai pimpinan sidang dalam Musda tersebut, namun kabar yang saya dapatkan justru sudah banyak juga yang mengalami hal yang sama diarena musda, jadi saat itu lah saya baru tahu jika saya keracunan, maka keluarga langsung membawa saya ke RSUD Sintang, “jelas Rohendi.(Lg)