450 Personil Batalyon 642/Kapuas Siap Laksanakan Operasi Pamtas RI-Malaysia

0
473
Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad gelar pemeriksaan kesiapan operasi Satgas Pamtas RI-MLY Batalyon 642/Kapuas

LINTASKAPUAS I SINTANG – Sebanyak 450 Anggota TNI dari Batalyon 642 Kapuas siap diberangkatkan untuk melaksanakan operasi Pamtas RI – malaysia wilayah sektor barat menggantikan Batalyon 641 Baru

Sebelum diberangkatkan, Pangdam XII Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesiapan personil pamtas bertempat di Markas Batalyon Infantri 642/Kapuas, sabtu(16/8/2020)

Pemeriksaan mulai dari aspek kesiapan personel dan materil yang di butuhkan dalam menjalankan Operasi Satgas Pamtas RI-Malaysia di sektor Barat Wilayah perbatasan provinsi Kalimantan Barat.
Pangdam XII Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan Personil Batalyon Infantri 642/Kapuas sudah siap bertugas menjalankan operasi wilayah NKRI di perbatasan sektor barat meliputi tiga kabupaten, Sanggau, Bengkayang dan Sambas.

“Hari ini kita melaksanakan gelar apel pasukan dan pemeriksaan kesiapan operasi Batalyon 642/Kapuas dalam rangka tugas operasi pengamanan perbatasan. dan Dari pemeriksaan yang sudah kita laksanakan, baik aspek personel, materil, saya nyatakan siap untuk operasi,” Jelas Pandam usai menggelar pemeriksaan kesiapan operasi Satgas Pamtas RI-MLY di lapangan markas Batalyon Infantri 642/Kapuas.

Dalam pemeriksaan kesiapan operasi, Pangdam Tanjung pura meninjau langsung dan mendengarkan paparan langsung dari masing-masing unit. Seperti unit komunikasi, penerangan, alusista, kesehatan dan topografi.

“Saat pemeriksaan tadi, sejumlah personil langsung saya tanya satu persatu dan semuanya sudah memahami dan menguasai apa yang menjadi tugas mereka selama bertugas di perbatasan

Untuk tahap selanjutnya Lanjut Pangdam, kita tinggal menunggu instruksi langsung dari Mabes TNI. mudah-mudahan untuk keberangkatan akan kita laksanakan bulan September 2020 mendatang, kita memohon doa restu dari seluruh masyarakat Kalimantan Barat agar operasi ini bisa berjalan dengan lancar selama mereka bertugas 9 bulan di perbatasan menggantikan Batalyon 641/Bru, ” pungkas Pangdam.