Abaikan Tuntutan JPU, Hakim Vonis Bebas Ajau

0
1482
sidang pidana di Pengadilan Negeri Sintang dengan agenda putusan terhadap kasus emas batangan milik Ajau
sidang pidana di Pengadilan Negeri Sintang dengan agenda putusan terhadap kasus emas batangan milik Ajau

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Proses sidang pidana di Pengadilan Negeri Sintang dengan agenda putusan terhadap kasus emas batangan milik Jauhari alias Ajau, Hakim memvonis bebas terdakwa dari segala tuntutan hukum karena dianggap tidak memenuhi bukti bersalah melanggar undang-undang pertambangan.

Putusan bebas yang diambil oleh hakim terhadap terdakwa dianggap memihak karena segala tuntutan yang diajukan jaksa Penuntut Umum sama sekali tidak dipertimbangkan oleh Hakim dalam mengambil sebuah keputusan. “ dalam putusan hakim tersebut, hakim hanya mempertimbangan pledoi dari terdakwa dengan mengesampingkan tuntutan yang sudah kami ajukan, “ungkap Kasi Pidana umum(Pidum) Kejaksaan Negeri Sintang, Hadi kepada sejumlah wartawan, kemarin

Atas putusan Hakim Pengadilan yang penangani perkara kasus tersebut, JPU akan melakukan Kasasi ke Mahkamah agung. “terhadap putusan hakim, kami akan melakukan kasasi dengan pertimbangan bahwa hakim sama sekali tidak mempertimbangan tuntutan yang kami ajukan, “ujarnya.

Dijelaskan Hadi, tuntutan JPU yang sama sekali tidak dipertimbangkan oleh Hakim pengadilan yang menangani perkara tersebut seperti beban pembuktian yang sudah diajukan oleh JPU dengan tuntutan mengenai kelengkapan nota kwitansi yang diakui Ajau. “dalam persidangan Ajau mengakui bahwa setiap transaksi pembelian jual beli emas selalu disertai dengan kuitansi toko. Namun pada fakta persidangan yang terkumpul hanya 76 bukti kwitansi yang terdiri dari emas perada, emas paun dan emas putih yang jumlahnya hanya mencapai 2000gram lebih dan itu sama sekali tidak dipertimbangkan oleh hakim.

Ia juga mengatakan bahwa Hakim dalam putusannya tersebut telah merubah keterangan saksi Ahli dari Dinas Pertambangan yang mengatakan bahwa saksi ahli tidak tahu mengenai apa hukuman atau sanksi terhadap terdakwa Ajau ketika sudah melakukan pengolahan dan pemurnian. “padahal, sesuai dengan keterangan saksi ahli dipersidangan sudah mengatakan bahwa terdakwa Ajau dalam hal tersebut adalah pelanggar pasal 161 undang-undang pertambangan, “jelasnya.

Hadi menambahkan bahwa putusan yang diambil hakim hanya mempertimbangan Pledoi dari kuasa Hukum terdakwa. “karena tuntutan dari JPU sama sekali tidak dipertimbangkan oleh Hakim, maka dalam waktu dekat ini kami akan segera melakukan kasasi ke Mahkamah agung, “pungkasnya.

Sementara, Kuasa hukum terdakwa, Andel, mengatakan pertimbangan hukum yang dibacakan majelis hakim dalam vonisnya, yakni terdakwa sebagai pedagang emas ijin, dan tidak terbukti mengumpul emas dari penambangan tanpa ijin. Karena itu, tak bisa dikenakan jeratan hukum mengenai pertambangan.

Andel menambahkan, saat mendengar pembacaan putusan hakim, terdakwa ikut didampingi pihak keluarga,  selain didampingi kuasa hukum. Sidang pembacaan putusan berjalan sekira lebih satu jam.

Andel tidak menanggapi putusan majelis hakim. Hanya menyatakan, kalau putusan hakim sesuai dengan nota pembelaan terdakwa  yang disampaikan dipersidangan.  Dimana dikemukakan terdakwa mempunyai izin resmi untuk perdagangan emas perhiasan serta melebur emas perhiasan menjadi batangan.(Hery Lingga)