Aneh, Habiskan Rp18 M, Jembatan Mupa Tak Kunjung Selesai

0
1568
Jembatan Mupa yang sudah dianggarkan empat tahun berturut-turut belum selesai
Jembatan Mupa yang sudah dianggarkan empat tahun berturut-turut belum selesai

LINTASKAPUAS.COM,KAPUAS HULU-Warga Dusun Mupa kecamatan Putussibau Utara mempertanyakan kelanjutan proyek pembangunan jembatan sungai Sibau (Mupa). Jembatan yang dianggarkan dalam APBD kapuas hulu empat tahun anggaran tersebut baru sebatas penyelesaian girder dan abotmen (pondasi) jembatan dengan total anggaran kurang lebih Rp 18 milyar dan diperkirakan tuntas di tahun 2016 mendatang.

Lambatnya pembangunan jembatan yang merupakan urat nadi bagi masyarakat di enam desa di DAS Sibau yakni Desa Sambus, Mendalam, Padua Mendalam, Ariung, Tanjung Karang dan datah dian menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat. Karena berdampak langsung terhadap mobilisasi masyarakat yang harus bayar biaya penyebrangan Rp 100 ribu/mobil dan Rp 10 ribu/sepeda motor.

 Ketua RT 01 RW 1 Dusun Mupa Desa Pala Pulau, Yunan mengatakan pembangunan jembatan Mupa sudah berjalan 4 tahun, tapi sampai hari ini belum ada tanda-tanda selesai. “Jembatan Mupa sangat penting bagi masyarakat terutama bagi masyarakat yang berada diseberang ibu kota Kabupaten,” paparnya. Ada lima desa yang sangat membutuhkan terbangunnya jembatan sungai sibau tersebut.

Sementara itu, Iwan Wirawan Kepala Dusun Mupa menyatakan secara umum masyarakat mengeluh jika harus menyebrang menggunakan motor tambang, biaya yang dikeluarkan cukup besar.”Setiap hari sampai Mendalam harus mengeluarkan PP Rp 40 ribu,”katanya. Ia mengaku kecewa dan heran terhadap anggota dewan yang berasal dari Mendalam, tidak mampu perjuangkan jembatan Mupa.

“Ada sekitar 4-5 anggota dewan yang berasal dari Mendalam, baik Kabupaten dan Provinsi. Padahal mereka duduk itukan karena kami juga,”kesalnya. Ia berharapn pembangunan jembatan Mupa cepat selesai, mengingat pembangunan jembatan tersebut sangat penting bagi masyarakat. Terutama bagi masyarakat yang ingin berobat, menjual hasil alam dan lainnya yang harus menyeberang setiap hari.

Sekretaris Bina Marga dan Tata Ruang Kapus Hulu Lendung, S. Sos dan Kasi Perencanaan Bina Marga M. Kharbi, ST MSc mengungkapkan, pembangunan jembatan Mupa tersebut akan dilanjutkan bulan Mei tahun 2015.”Untuk melanjutkan pekerjaan jembatan Mupa, kami harus menunggu proses lelang dahulu. Pemkab Kapuas Hulu hanya membangun pondasi dasar jembatannya saja,” terang Kharbi.

 Hingga tahun 2014 lalu pekerjaan sudah sampai gerder 1 dan 2 , untuk ambodmen 1 dan 3 sudah tuntas, sedangkan ambodmen 2 dilamnjutkan tahun 2015 ini. Pembangunan pilarnya belum selesai, sedangkan untuk betangan baja sepanjang 120 meter merupakan tanggung jawab dari pemerintah provinsi. Pembangunan jembatan sudah 4 tahap dilalui dengan mengeluarkan dana miliaran rupiah.

 “Tahun pertama dianggarkan Rp 4,4 M, tahunedua Rp 1,9 M, tahun ketiga Rp 4,9 dan tahunkeempat ini Rp 7,7 M,” ungkapnya. Tahun pertama pengerjaan jembatan Mupa sungai sibau  memang ada kendala pembebasan lahan. Ketika kontrak sudah berjalan dan pembangunan ambodmen jembatan di mulai, pemilik tanah melarang, sehingga pembangunan jembatan molor hingga ke tahun ke dua.

 Jika tak ada halangan dalam hal pembebasan lahan pada tahun pertama dan kedua, kata Kharbi lagi, mungkin tahun ini pembangunannya sudah selesai. “Untuk tahun pertama, anggaran tidak terserap semua dan pada tahun kedua permasalahan masih berlanjut dan bisa tuntas,” jelasnya. Untuk itu, ia oftimis jembatan Mupa Sungai Sibau itu pada tahun 2016 sudah bisa dilewati oleh masyarakat