Angkutan Umum Sintang Tergilas Zaman

0
2007

Drs. Hatta, M.SiLINTASKAPUAS.COM,SINTANG-Membludaknya sepeda motor membuat penumpang angkutan umum mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan satu tahun belakangan ini angkutan umum nyaris tidak ada lagi alias tergilas oleh zaman.

Kondisi ini dikakui Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sintang, Hatta. Ia mengatakan angkutan umum tergilas oleh semakin banyaknya masyarakat yang memiliki kendaraan pribadi. “Hilangnya angkutan umum berlangsung secara bertahap seiring dengan meningkatnya taraf ekonomi masyarakat. Sehingga setiap keluarga itu dipastikan sudah memiliki kendaraan pribadi seperti motor,“ ungkapnya.

Hilangnya trayek angkutan pedesaan ini, lanjut Hatta, sangat berdampak pada penerimaan retrebusi perizinan trayek angkutan pedesaan yang diperoleh Dinas Perhubungan. “Sekarang angkutan pedesaan sudah menghilang. Masyarakat sudah tidak ada yang mau menjalankan usaha ini. Otomatis, retrebusi juga menurun,” ujarnya.

Hatta mengatakan pihaknya tidak dapat memberikan izin operasi trayek angkutan pedesaan menggunakan mobil jenis hilux. Sebab akan menyalahi aturan. Dikatakannya, didalam aturan, mobil yang bisa dijadikan angkutan penumpang ialah mobil mini bus. Tapi menurutnya, pihaknya juga tidak bisa melarang mobil hilux atau mobil-mobil double gardan lainnya beroperasi di pedesaan. Sebab mobil-mobil jenis inilah yang cocok untuk medan di pedesaan Kabupaten Sintang.

 Rusaknya infrastruktur membuat mobil-mobil mini bus tidak mampu beroperasi di pedesaan. “Ini kondisi yang delematis. Kalau ditertibkan pun untuk apa, karena hanya mobil jenis double gardan saja yang bisa digunakan di pedesaan,” tambahnya.

Dia mengatakan untuk penerimaan retribusi lainnya sudah mencapai sekitar 70 persen. Dikatakannya, Dinas Perhubungan ditargetkan mendapatkan retribusi sebesar Rp.600 juta di tahun ini. Namun, kata dia, biasanya target pendapatan yang diberikan Dinas Perhubungan hanya Rp400 juta pertahun. “Target itu biasanya tidak tercapai. Tapi diakhir-akhir tahun ini, target yang diberikan dinaikan Rp600 juta. Mudah-mudahan target tersebut bisa tercapai,” ujarnya.

Ia mengatakan potensi pendapatan yang bisa digali oleh Dinas Perhubungan seperti potensi parkir sebenarnya banyak. Hanya saja, banyak  potensi parkir ini belum tergarap (hery lingga)