Bupati: Penyelenggaraan Gawai memiliki Tiga Makna

0
1359
Bupati Sintang, Jarot Winarno Hadiri Gawai Dayak Kecamatan Tempunak di Desa Pudau Bersatu

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa gawai memiliki tiga makna yang harus selalu diingat dan menjadi inspirasi dari pelaksanaan gawai yakni untuk  bersyukur, kemanusiaan dan keadilan.

bersyukur, berarti kita harus melaksanakan warisan leluhur nenek moyang kita melalui gawai yang sudah mewajibkan kita untuk selalu bersyukur, menjaga hubungan yang harmonis dengan alam dan sesama manusia” Ungkap Jarot saat menghadiri Gawai Dayak Kecamatan Tempunak yang dipusatkan di Desa Pudau Bersatu, minggu(16/7) kemarin.

Makna yang kedua yakni dipandang dari sisi kemanusiaan, karena gawai yang memiliki filosofi tinggi sudah menunjukan kita sama dengan manusia di belahan bumi lainnya.

“Untuk makna yang ketiga, yakni makna keadilan untuk diperlakukan dan memperoleh haknya. Nanti kita akan bantu pembangunan poskesdes di pudau bersatu ini” terang Jarot Winarno.

Sementara, Alexander Rombonang asisten pemerintahan setda prov kalbar yang hadir mewakili Gubernur Kalimantan Barat menyampaikan gawai untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat. Gawai untuk menjaga dan  mempromosikan seni dan budaya yang ada pada masyarakat.

“Terus bersyukur dan menjaga hubungan harmonis dengan alam dan sesama, supaya alam dan lingkungan yang sudah memberikan kita rezeki bagi kita. Warisan nenek moyang yang baik baik untuk lingkungan agar dipelihara dan dilaksanakan.Jaga keamanan dan kondusivitas di wilayah masing-masing. Hindari mabuk-mabukan dan perjudian” terang Alexander Rombonang.

Terpisah, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional Karolin Maragaret Natasha mengatakan bahwa budaya menjadi elemen penting dalam kehidupan manusia.

“Suksesnya sebuah acara gawai ditunjukan dengan kebersamaan,  kekompakan dan gotong royong diantara masyarakat. Gawai gagal kalau habis gawai kita lalu berkelahi dan tidak bisa bersama-sama. Adat budaya kita menunjukan bahwa kita bukan manusia primitif karena kita berbudaya dan beradat.