Bupati Resmikan Rumah Adat Melayu Badau

0
1997
Bupati kapuas hulu A.M Nasir SH didampingi wakilnya Agus Mulyana SH MH saat meresmikan rumah adat Melayu Badau
Bupati kapuas hulu A.M Nasir SH didampingi wakilnya Agus Mulyana SH MH saat meresmikan rumah adat Melayu Badau

LINTASKAPUAS.COM,BADAU—Masyarakat melayu kecamatan badau resmi memiliki rumah adat melayu yang dibangun melalui dana bantuan Pemkab kapuas hulu dan swadaya. Gedung yang bersebelahan dengan masjid besar Nurul Hudud Badau diresmikan Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir SH, bersama dengan peresmian mes kecamatan Badau dan perayaan natal oikoumene se-Lintas Utara di Nanga Badau Sabtu (10/1).

Peresmian rumah adat budaya melayu dan peresmian mes kecamatan badau di awali dengan makan bersama rombongan bupati, Muspika dan masyarakat badau di Masdjid besar Nurul Hudud Badau. Hadir wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana SH MH, Camat Badau Ahmad Salafuddin, Danyon 315 Garuda Letkol Inf.M.Albar,Kapolsek Badau Kompol Dedy Mulyadi dan Danramil Badau Kapten Tomin.

Selain itu juga hadir sejumlah pimpinan SKPD dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu serta seluruh tokoh masyarakat badau. “Ini momen penting bagi masyarakat badau. Pada hari yang bersamaan ini bisa di lakukan beberap kegiatan, mulai dari peresmian rumah adat melayu, peresmian mes kecamatan badau, sunatan masal hingga perayaan natal oikoumene se-Lintas Utara di Badau,” tutur A.M Nasir.

Dalam waktu dekat, sambung Nasir, juga akan diresmikan rumah adat dayak, yang pembangunannya juga dibantu pemerintah kabupaten kapuas hulu. Dengan adanya rumah adat, baik melayu maupun dayak, diharapkan penggalian potensi adat dan budaya di badau bisa lebih maksimal. Sehingga tidak terpengaruh adat-budaya dari luar, ini perlu di antisipasi karena badau berada di perbatasan negara.

 Berbicara puas tidak puas, kata Nasir lagi, tentu tidak akan puas, namun pemerintah daerah dengan keterbatasan anggaran akan terus berusaha membangun. Demikian juga dengan pemerintah pusat dan provinsi, hanya saja pembangunan mesti dilakukan bertahap. Untuk itu ia sangat berharap seni dan budaya dayak dan melayu serta etnis lainnya di badau dapat terus digali sehingga terus terbina.

 “Tidak semua kecamatan sudah punya rumah adat, baik itu rumah adat melayu maupun rumah adat dayak. Kerena badau berada diperbatasan negara yang diharapkan terus menjaga dan menggali adat dan budayanya. Untuk itu manfaatkan rumah adat yang ada dengan baik, sehingga mampu menarik wisatawan mancana negara untuk melihat adat, seni dan budaya di kecamatan badau,” terang Nasir.

 Selain meresmikan rumah adat melayu dan mes kecamatan badau, bupati dan wakil bupati kapuas hulu yang di dampingin sejumlah pimpinan SKPD juga menghadiri natal oikoumene se-Lintas Utara di Badau. Acara natal oikoumene ini dihadiri ratusan masyarakat yang datang dari beberapa kecamatan perbatasan.Pada perayaan natal bersama lintas gereja ini juga dimeriahkan artis dari Malaysia.