Cafe Simpang 5 Terindikasi Lokasi Prostitusi Terselubung

0
5702
Istimewa
Istimewa

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Sejumlah Warga Desa Baning Kota Sintang yang berada diwilayah seputaran simpang lima tugu Adipura Sintang mengeluhkan dengan adanya aktivitas keramaian diiringi dengan suara Musik yang keras seperti layaknya di diskotik.

Mirisnya lagi ternyata wilayah Cafe yang terindikasi dijadikan sebagai lokasi terselubung tersebut tidak jauh dari Mapolres Sintang. Hanya hitungan beberapa langkah sudah bisa menjangkau wilayah tersebut.

Salah satu warga yang berada diseputaran wilayah Tugu Adipura Simpang Lima Sintang yang enggan disebutkan namanya, menuturkan bahwa bahwa informasi adanya indikasi sejumlah Café diseputaran Mapolres Sintang tersebut merupakan lokasi transaksi prostitusi terselubung.

“Iya, saya sangat memperhatikan betul kondisi wilayah café yang ada di wilayah simpang lima tersebut dan dari sejumlah orang juga saya dapatkan informasi bahwa di disejumlah café Simpang lima, termasuk juga di beberapa Café wilayah lintas Melawi menjadi tempat pertemuan dan negosiasi, bila cocok harga pindah tempat, mirisnya pelakunya kebanyakan masih pelajar yang setiah hari nongkrong dicafe tersebut” jelasnya.

jika  negosiasi deal, lanjut pemuda  Brewokan ini, maka kereka akan mencari tempat yang sepi dan gelap seperti Indopr Apang Semangai, gedung serbaguna yang terletak dijalan YC. Oevang Oeray sintang. Tempat tersebut dijadikan mereka sebagai tempat tempat transaksi seksual,” paparnya

Dengan kondisi tersebut, menurutnya  perlu praktek-praktek tersebut segera diberantas oleh pihak-pihak yang berwenang. “Hal ini jika tidak segera kita berantas ditakutkan peningkatan kasus HIV/AIDS di Kabupaten Sintang terus mengalami peningkatan, “ucapnya.

Dirinya juga mengaku kecewa dengan pemerintah kabupaten sintang maupun aparat kepolisian yang hingga saat tidak ada tindakan apa pun terhadap keberadaan Café yang yang ada diseputaran tugu Adipura Simpang lima tersebut.

Aneh juga memang, kok sampai saat ini pemerintah maun pun aparat terkait sama sekali tidak ada tindakan, pada hal setiap hari sudah dikeluhkan oleh masyarakat, dan tidak mungkin tidak bias melihat kondisi tersebut karena barang itu didepan mata, apalagi tidak jauh dari asrama Anggota Polres, apa mereka merasa nyaman dengan music diskotik keras-keras kegitu setiap malam, “ujarnya penuh tanda Tanya.

Terpisah, kepala Desa Baning Kota sintang, Dedi Kayung mengaku bahwa pihaknya baru mendengar informasi terkait dengan wilayah tersebut terindikasi dijadikan sebagai lokasi transaksi porstitusi terselubung.

“Saya belum pernah informasi tersebut, karena selama ini juga belum pernah ada laporan dari masyarakat yang mengeluhkan terkait dengan informasi tersebut, tapi untuk menindaklanjuti terkait dengan informasi tersebut kami akan segera melakukan penelusuran untuk mencari kebenarannya, “pungkas Kayung(Hery Lingga)