Cipta Karya Prioritaskan Pembangunan MCK

0
1811
Nusantara Gawat SSos MM
Nusantara Gawat SSos MM

LINTASKAPUAS.COM,KAPUAS HULU-Akibat kegiatan pertambangan emas ilegal, air sungai kapuas dan anak-anak sungai di daerah kapuas hulu teridentifikasi sudah tercemar. Untuk itu pemerintah daerah kabupaten kapuas hulu pada tahun anggaran 2015 ini fokus pada pembangunan MCK plus di daerah kapuas dan danau. Pembangunan MCK plus tersebut, Pemkab akan melibatkan organisasi masyarakat setempat (OMS).

“Tahun 2015 ini pembangunan MCK merupakan salah satu prioritas dinas cipta karya dan tata ruang kabupaten kapuas hulu. Ada 20 paket pembangunan MCK plus tersebut, kami bekerja sama dengan OMS. Dengan harapan MCK plus yang dibangun bisa membantu masyarakat yang tingga di daerah kapuas dan danau,” tutur Nusantara Gawat, S.Sos MM.

MCK plus tersebut, kata Gawat, sudah lengkap kamar mandi, tempat mencuci dan kegiatan lainnya yang selama ini dilakukan langsung di sungai. Pembangunan MCK plus di daerah kapuas hulu sangat penting, karena keberadaan air sungai sudah tercemar limbah. Baik limbah pertambangan maupun limbah perkebunan, karenanya air kapuas dan danau tak jernih seperti zaman dahulu, tetapi keruh.

Pembangunnan sarana dan prasarana dasar seperti air bersih dan MCK, kedepan tak hanya menjadi tanggungjawab instansi teknis, tetapi juga ada aspirasi DPRD yang masuk. Demikian juga dengan dana dari provinsi dan pusat. “Dengan adanya aspirasi dewan, jujur saja kami juga terbantu di dalam pemenuhan program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa,” jelas Gawat.

Selain itu, dengan sistem swakelola bersama OMS, diharapkan kualitasnya akan lebih baik, karena yang mengerjakan adalah masyarakat setempat. Hanya saja kontrolnya tetap dilakukan dinas cipta karya dan tata ruang. “Sifatnya swakelola. Kerja sama dinas cipta karya dan OMS yang ada,”ungkap mantan Kadis Pertanian tamanan pangan dan peternakan kabupaten kapuas hulu ini dengan ramah.

Selain MCK plus terang Gawat lagi, sudah dibangun sarana air bersih di beberapa desa daerah danau dan sungai kapuas.Setidaknya sudah ada enam desa yang sudah tersentuh pembangunan sarana dan prasarana penampungan air bersih. “Air danau sudah tidak aman lagi, selain sudah tercemar limbah mercury juga sudah tercemar zat kimia yang di hasilan perusahaan perkebunan,” terang Gawat.