Debat Kandidat, Isu Kapuas Raya Laris Manis

0
1484
Tiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil bupati Sintang dengan semangat mengikuti Debat Publik yang digelar oleh KPUD Sintang
Tiga Pasangan Calon Bupati dan Wakil bupati Sintang dengan semangat mengikuti Debat Publik yang digelar oleh KPUD Sintang

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Debat Publik antara tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada pemilukada Sintang 2015 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah(KPUD) Sintang sama-sama berkomitmen akan memperjuangkan Pemekaran Provinsi kapuas Raya yang masuk dalam Visi dan Misi Masing-masing calon.

Debat Publik pasangan Calon Bipati dan Wakil Bupati Sintang 2015 yang digelar oleh KPUD Sintang berlangsung digedung Pancasila Sintang dan mendapat pengawalan ketat dari Aparat kepolisian Resort Sintang, rabu(2/12) malam kemarin.

Sebelum memasuki arena Debat public tersebut, setiap tim pendukung dari masing-masing Calon yang mendapatkan undangan untuk masuk, aparat melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan, tampak sejumlah korek Api berhasil diamankan.

Dalam debat tersebut, KPUD Sintang menetapkan Dosen Universitas Tanjungpura, (Untan) Pontianak, atas nama Prof, Dr Edy Suratman sebagai moderator jalannya Debat Publik ketiga Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati sintang 2015 tersebut.

Dalam sesi pertama, terkait dengan Kapuas Raya, Pasangan Calon dengan nomor urut 2, Ingnasius Juan- Senen Maryono mengaku optimis Pemekaran Provinsi Kapuas raya dapat terbentuk dengan cara melakukan pendekatan dengan pihak-pihak terkait serta stakeholder.

Sementara pasangan nomor urut 1, Agrianus –Comain mengatakan untuk percepatan pemekaran kapuas raya, maka, perlu melakukan pendekatan kepada pemerintah pusat, dan provinsi. Selain itu, saat ini yang pelu dilakukan melakukan pengecekan persyaratannya pemekaran kembali,”Kalau masih ada persyaratan yang kurang, maka segera kita lengkapi,”Ujar Agrianus.

Nomor urut 3 secara tegas berkomitmen di tahun 2017 pemekaran kapuas raya sudah dapat di lakukan. Untuk memperjuangkan kapuas raya sebagai provinsi baru, yakni dengan langkah konkrit menyatukan persepsi 5 kabupaten yang nantinya akan tergabung dalam provinsi kapuas raya.

negosiasi dengan pemerintah provinsi juga menjadi hal utama yang harus dilakukan serta pendekatan kepada pemerintah pusat, pengolahan data sebagai sarat pemekaran tentu harus di persiapkan kembali,”untuk mendukung pemekaran Kapuas Raya, dimulai dengan melaksanakan pemekaran kota, “katanya.

selain Isu pemekaran Kapuas raya, dalam debat pulik yang di ikuti 3 pascon bipati dan wakil bupati sintang yakni, konsep penguatan ekonomi kerakyatan dan penguatan UMKM turut mendominasi dalam penajaman visi dan misi masing-masing Paslon

Dalam hal ini, nomor urut 2, melalui wakilnya, Senen maryono mengatakan,  pemerdayaa usaha ekonomi menengah yakni dengan mendorong pembeninaan usaha masyarakat.

“Seperti kelompok usaha di pedesan, tentu kita perlu melakukan pembinaan, melalui dinas terkait, selain itu pemerintah wajib memberikan dana bergulir, kepada pelaku usaha kecil menengah,”katanya.

Sementara nomor urut 3 melalui calon bupati, Jarot mengatakan, langkah konkrit untuk membangun ekonomi kerakyatan yaitu dengan konsep melakukan peningkatan kualitas produk unggulan yang ada.

Selain itu, yang pelu dilakukan kata Jarot, yakni,  menggali potensi komuditas unggulan yang ada di setiap desa,”Sehingga banyak pilhan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi-potensi pertanian,”katanya.

Sementara nomor urut 1 mengatakan untuk memperkuat ekonomikerakyatan tentu, memberikan modal usaha kepada para pelaku Usaha kecil dan menengah.

Kemudian, mengen pembangunan wilayah perbatasan, ktiga caon juga menyampaikan beberapa strategi perpatan pembangunan perbatasan,

Calon bupati  urut 2, Agrianus mengatakan, kondisi perbatasan hingga saat ini memang memprihatinkan, kedepan tentu kata agri yang perlu dilakukan adalah,  Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi prioritas pertama dalamperepatan pembangunan perbatasan.

“Selain itu, pengembangan ekonomi kerakyatan di daerah perbatasan tentu juga menjadi perhatian bagi kita, Pertanian dan perdangan di perbatasan harus di kembangkankan,”katana Agri.

Sementara Ignasius juan, yang meruapakan calon bupati nomor urut 2 mengatakan, saat ini pemeritah pusat sudah membuka jalan parlalel di wilayah perbatasan, sehingga yang perlu dipikirkan yaitu  dampakek onomi yang dirasakan dengan terbukanya jalanstrategis nasional tersebut.

Maka, langkah yang harus diambil dalam menyikapi hal tersebut yakni harus menggali Potensi pertanian di perbatasan guna meenguatkan ekonomikerakyatan bagi masyarakat perbatasan.

“Di daerah perbatasan, potensi pertanian sangat baik, sehingga, saya kira poternsi inilah yang karus di bina untuk di kembangkan,”katanya.

Selain itu pihaknya kedepan berkomitmen  membangun daerah pinggiran yakni dari daerah pinggiran yang ada di perbatasan.

Sementara nomorurut 3, Jarot mengatakan, dalam melakukan percepatan pembangunan perbatasan, maka RPJMD, provinsi, RPJMN besrta RPJM D harus disesuaikan sehingga terjadi sinkronisasi dalam program percerpatan pembangunan di daerah perbatasam. “Tugas kita kita di daerah ini, yakni membangun  jalan-jalan dari kecamatan ke desa-desa yang berada di perbatasan,”katanya.

Selain itu, guna percepatan perbatasan, jarit berkomitmen, kedepan jika terpilih, maka  pemekaran kecamatan di perbatasan menjadi prioritas untuam. “Kemudian sektor pendidikan di perbatasan akan dibangun sekolah terpadu, guna pengembangan kuakitas anak-anak di perbatasan,”katanya.

Dalam debat publik yang mengusung tema “pemilih cerdas melahirkan pemimpin hebat” berjalan dengan kondusif. kemeriahan pun terasa begitu semarak di dalam gedung pancasila, tak kala masing-masing pendukung Paslon meneriakkan masing-masing jagoannya.