Desa Sungai Pisau Dambakan Listrik

0
1522
Ilustrasi
Ilustrasi

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Desa sungai Pisau Merupakan salah satu Desa yang terisolir dengan jaringan Listrik. Pasalnya, hingga saat ini belum ada tanda-tanda akan masuk jaringan listrik meskipun aparat desa sudah mengajukannya kepada pemerintah agar segera dialiri listrik namun belum ada respon.

Desa sungai Pisau merupakan salah satu desa yang berada diwilayah kecamatan Ketungau Hulu dengan jarak tempuh lebih kurang 4,5 Kilometer dari kota kecamatan, tapi kami belum bisa menikmati layanan listrik oleh sebab itu kami masyarakat disana sangat berharap agar jaringan listrik segera bisa masuk, “Tokoh adat setempat, Tinggak kepada waratawan kemarin.

Tinggak mengatakan bahwa Desa Sungai Pisau sendiri termasuk kawasan yang tidak jauh dari wilayah perbatasan, Indonesia dan Malaysia,  sekitar 180 KK belum menikmati listrik. Dengan kondisi demikian warga bertahan dengan apa adanya terutama untuk dapat menikmati kebutuhan listrik.”Bagi warga yang mampu gunakan genset pak,” ucapnya.
Namun kondisi ini tidak dapat sepenuhnya dinikmati warga, sebab dengan kapasitas terbatas, genset hanya mampu menerangi pada malam hari. “Dulu alasannya tidak ada jalan raya. Sekarang sudah lebih 20 tahun ada jalan raya lewat desa sui Pisau sejak tahun 1987. Jadi alasan apa lagi dari  pemerintah,” tuturnya.
masalah ini, lanjut Tinggak, belum kendala pada Bahan Bakar Minyak (BBM). Sementara untuk dua liter bensin diperkirakan lampu dapat menyala kurang lebih Pukul 18.00 WIB hingga pukul 22.00 malam.
Jika dihitung-hitung selama satu bulan diperkirakan, dengan harga bensin perliter  Rp 12 ribu maka masyarakat harus mengeluarkan modal Rp 720  ribu Perbulan.  “Ini tentu juga semakin memberatkan ekonomi masyarakat. Apalagi yang tidak mampu,” ungkapnya.

Terpisah, manager PLN Rayon Sintang Yudianto belum dapat berkomentar banyak, sebab sedang mengahdiri rapat di luar Kota. Hanya saja secara umum dia mengatakan, terkait pengajuan listrik desa bisa langsung diajukan langsung ke PLN Rayon Sintang. “ Setelah itu nanti kami survei dilapangan dan baru diusulkan ke PLN  Sanggau dan Pontianak dan Setiap pengajuan oleh masyarakat ini akan ditampung. Untuk realisasinya juga menyesuaikan anggaran yang ada,” pungkasnya(Hery Lingga)