Dewan Minta Jembatan Mupa Diaudit

0
1909
Jembatan Mupa yang sudah dianggarkan empat tahun berturut-turut belum selesai
Jembatan Mupa yang sudah dianggarkan empat tahun berturut-turut belum selesai

LINTASKAPUAS.COM,KAPUAS HULU– Pembangunan Jembatan Mupa, Dusun Mupa, Desa Pala Pulau Kecamatan Putussibau Utara mendapat sorotan dari berbagai kalangan, antaranya DPRD Kapuas Hulu. Jembatan terbut belum rampung namun dana yang dikucurkan dalam tiga tahapan mencapai Rp 11,4 Milyar. Bahkan di tahun 2015 ini jembatan tersebut kembali dianggarkan dengan dana APBD sebesar Rp 7,7 Milyar.

Menurut anggota DPRD Kapuas Hulu dari fraksi Gerindra dan PAN, Beraun A.Md, dana kurang lebih Rp 18 milyar untuk pembangunan abodmen dan girder terlalu besar kalau tidak juga selesai . “Saya rasa kontraktornya yang perlu dilihat dan dimita penjelasan,” ungkap Beraun, Kamis (15/1).Dana pembangunan landasan jembatan mupa dianggarkan melalui APBD  Kapuas Hulu sebanyak 4 tahap.

Untuk tahapan penggaran mulai dari tahap 1 Rp 4,4 Milyar, tahap 2 Rp 1,9 milyar, tahap 3 Rp 4,9 milyar, kemudian tahap 4 Rp 7,7 Milyar. Beraun yakini, proses pelelangan pasti melewati prosedur yang benar.  Dengan demikian, jika ada kesalahan setelah pengerjaan, atau pekerjaan tidak selesai, tetap kontraktur yang tanggungjawab dan pembangunan jembatan itu memang sempat terkendala.

Untuk itu Beraun berharap jebatan mupa dapat segera terselesaikan, mengingat masayarakat sangat membutuhkan jembatan tersebut. “Jembatan tersebut merupakan akses utama beberapa desa yang semakin bertambah masyarakat. Untuk itu saya mendorong jembatan tersebut cepat di selesaikan, karena sudah 4 tahun dengan tahun ini dianggarkan, jangan sampai rugikan masyarakat,” pintanya.

“Kalau memang ada indikasi pelanggaran, kami harap proses penyelidikan bisa dilikakukan Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Pontianak,” tegasnya. Kadis Bina Marga dan Pengairan Kapuas Hulu, Ana Mariana ST MM menuturkan, dalam konstruksi bangunan besarannya anggaran tidak bisa jadi ukuran pengunaannya secara kasat mata, perlu dihitung konstruksi dan bahan yang digunakan.

“Kamis duah bekerja sesuai sesuai perencanaan. Bagi orang awam memang Rp 18 milyar termasuk besar. Tapi perlu diketahui jembatan mupa itu bukan jembatan kayu,” tutur Ana pada sejumlah wartawan. Secara teknis  pengerjaan jembatan mupa sudah sesuai dengan perencanaan dan harga satuan yang ditentukan konsultan, mulai dari perencanaan awal jembatan pada tahun 2008 lalu.

Menurutnya, jelas ada perubahan sesuai dengan harga satuan barang yang meningkat beberapa tahun terakhir. Dengan demikian setiap tahapan penganggaran jembatan tersebut selalu dilakukan penyesuaian perencanaan dan harga satuan.  Demikian juga dengan kontraktor, juga kerja sesuai perencanaan dan desain yang dibuat oleh binar marga dan untuk onstruksi tidak mungkin berubah.

Ana menegaskan, pembangunan jembatan mupa bukan proyek multi years akan tetapi tahun jamak yang mesti dikerjakan satu tahun anggaran. Kerena jembatan tersebut adalah prioritas bina marga yang targetnya selesai tahun 2016.“Ini bukan program multi years. Karena ada masalah pembebasan tanah dan cuaca yang menghambat, kami tidak bisa sekaligus anggarkan hingga selesai,” ujarnya.

Dalam pembangunan jembatan, selain dana Rp 18 Milyar dari APBD Kapuas Hulu, ada juga bantuan rangka baja untuk bentangan jembatan dari Pemprov Kalbar. Tapi perlu diketahui dana 18 Milyar tersebut tidak hanya membuat abodmen, termasuk menanggung biaya pemasangan rangka. Untuk dana tahun ini Rp 7,7 milyar akan digunakan untuk memasang gerder dan menyelesaikan abodmen.

“Semua pekerjaan pakai uang, kami orang teknis sudah biasa dengan angka seperti itu. Dan standar harga yang kami digunakan sesuai keputusan bupati dan analisa teknis. Kalau salah kasi tahu kami, tetapi yang benar seperti apa. Yang berhak memeriksa kami aparat pengawasan yang ditetapkan dalam undang-undang. Mohon maaf LSM dan wartawan tidak bisa memeriksa kami,” ucapnya.