DPRD Gelar Sidang Paripurna Penyampaian 9 Rancangan Raperda 2024

0
42
Bupati Sintang, Jarot Winarno serahkan berkas 9 Rancangan Perda tahun 2024 kepada Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny

LINTASKAPUAS | SINTANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD) Sintang gelar rapat Paripurna penyampaian sembilan(9) rancangan peraturan Daerah Kabupaten Sintang tahun 2024 berlangsung di Ruang sidang utama DPRD Sintang, 27/5/2024.

Sidang Paripurna penyampaian 9 raperda rancangan peraturan Daerah kabupaten Sintang dipimpin langsung ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny didamping Wakil Ketua DPRD, Heri Jambri serta dihadiri Bupati Sintang, Jarot Winarno dan sejumlah pimpinan Forkompinda Sintang serta serta seluruh Anggota DPRD Sintang.

Sembilan Rancangan Peraturan daerah kabupaten Sintang yang akan dibahas oleh Panitia Khusus DPRD Sintang tersebut yakni:

1. Raperda Kabupaten Sintang tentang Penyelenggaraan Layak Anak;

2. Raperda Kabupaten Sintang tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Sintang Tahun 2025-2045;

3. Raperda Kabupaten Sintang tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Sintang;

4. Raperda Kabupaten Sintang tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Senentang Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2022-2024.

5. Raperda Kabupaten Sintang tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Senentang Kabupaten Sintang Tahun Anggaran 2025-2029;

6. Raperda Kabupaten Sintang tentang Penyertaan Modal Pemerintah Daerah pada Perseroan Terbatas Penjaminan Kredit Daerah Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2025;

7. Raperda Kabupaten Sintang tentang Fasilitasi Pelayanan Jama’ah Haji Kabupaten Sintang;

8. Raperda Kabupaten Sintang tentang Pengelolaan Zakat di Kabupaten Sintang; dan

9. Raperda Kabupaten Sintang tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.

Ketua DPRD Sintang, Florensius Ronny menyampaikan bahwa mekanisme pembahasan terhadap 9 (sembilan) Raperda diawali dengan pembentukan Pansus( panitia khusus-red).

“Pembahasan rancangan peraturan daerah melalui metode pembahasan dengan rapat-rapat kerja, konsultasi dan koordinasi serta kajian terap yang akan dilakukan bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Sintang.

Ronny menyampaikan bahwa dalam pembahasan 9 (sembilan) Rancangan Peraturan Daerah dibutuhkan komitmen bersama antara Panitia Khusus DPRD Sintang dengan Pemerintah Kabupaten Sintang.

“Dalam pembahasan harus dilakukan harmonisasi , pembulatan dan pemantapan konsepsi terhadap Raperda-Raperda dengan menyertakan naskah akademik serta menggunakan pendekatan akademis dan metodologis yang muatan materinya berdasarkan landasan sosiologis, filosofis dan yuridis serta taat azaz perundang-undangan, yang pada gilirannya akhirnya produk hukum daerah yang kita hasilkan dapat dipertanggungjawabkan, baik secara substansi, ” pungkasnya.