Dua Desa di Ketungau Hilir Ancam Golput. Kenapa?

0
1764
Aparat Desa Semajau Mekar dan Desa Sejirak menyampaikan keluhan soal kebutuhan litstrik di desanya. Mereka berharap pemerintah mendorong agar segera terealisasi
Aparat Desa Semajau Mekar dan Desa Sejirak menyampaikan keluhan soal kebutuhan litstrik di desanya. Mereka berharap pemerintah mendorong agar segera terealisasi

LINTASKAPUAS.COM,SINTANG-Dua desa di Kecamatan Ketungau Hilir Kabupaten Sintang yakni Desa Sejirak dan Semajau Mekar mengancam tidak akan menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2015. Ancaman itu dilontarkan karena listrik yang menjadi dambaan masyarakat tak kunjung terealisasi hingga sekarang.

“Sudah beberapa kali pergantian bupati dan pemilihan anggota legislatif, litsrik di desa kami tak pernah diperjuangkan sungguh-sungguh. Kalau kondisinya tetap tak berubah, kami akan golput,” ancam Ambrosius Yoseph Rosi, Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BDD) Desa Semajau Mekar ketika berada di Sintang, kemarin.

Ketika menyampaikan keluhannya pada wartawan, Ambrosius didampingi aparat Desa Semajau Mekar dan Desa Sejirak. Yakni, Yunus Kades Sejirak, Sedimin Sekdes Semajau Mekar, Yahya dari Semajau, Endang K Kades Semajau Mekar, Tin Sukarta Ketua BPD Nanga Sejirak dan Musi Sekdes Nanga Sejirak.

ia mengatakan, usulan jaringan listrik sudah berulang kali disampaikan dalam Musrenbang desa, namun tidak ada titik terang. “Ketika kami tanya Bupati, ia bilang menungggu pembangunan PLTU di Sungai Ringin,” katanya. Menurutnya, Desa Sejirak dan Desa Semaju Mekar sangat layak dibangun jaringan listrik, karena jumlah Kepala Keluarga (KK) lebih dari 1.000. Sebagian besar warga juga menyatakan kesiapannya untuk mendukung.

Untuk merealisasikan pembangunan jaringan listrik, sejumlah warga Desa Semajau Mekar dan Desa Sejirak sudah mendatangi PLN rayon Sintang, cabang Sanggau dan PLN wilayah di Pontianak. “Di PLN wilayah kami sudah ketemu dengan pak Made di bagian perencanaan dan penganggaran. Menurut beliau, PLN akan masuk ke desa kami paling lambat tahun 2016,” ujarnya.

Kabar dari PLN wilayah disambut baik warga. Makanya, sekitar 500-an KK langsung menyetor biaya pemasangan (BP) ke PLN melalui PT.POS Indonesia dengan jumlah Rp 868.000. “Kami berharap, kejelasan dari PLN wilayah didorong oleh pemerintah daerah supaya secepatnya terealisasi. Supaya daerah kami terang benderang,” harapnya.

Ia mengatakan, warga dua desa minta agar listrik betul-betul diperhatikan, apalagi warga pernah tertipu oknum yang tidak bertanggung jawab. Warga bahkan sudah menyetor uang sebesar Rp 300 juta. “Saat ini ada 50-an warga uangnya belum kembali. Kami tak ingin kejadian yang sama tidak terulang,” katanya.

Sekdes Nanga Sejirak mengatakan pihaknya ingin BP yang sudah disetor ke PLN tidak dikembalikan lagi ke warga. Tapi direalisasikan dalam bentuk penyediaan listrik di Desa Semajau Mekar dan Sejirak.