Gaet Investor Kelola SDA Sintang

0
1666
Kepala Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kabupaten Sintang, Hendrika, M.Si
Kepala Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kabupaten Sintang, Hendrika, M.Si

LINTASKAPUAS.COM-SINTANG, Hasil Perkebunan Kelapa sawit Dan Karet Merupakan salah satu Sumber Daya Alam(SDA) yang menjadi andalan ekonomi Masyrakat Kabupaten sintang. Namun, sangat disayangkan karena Potensi tersebut belum bisa dikelola daerah sendiri sehingga harus di bawa keluar daerah.

Beranjak dari Kondisi tersebut, Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPM-PTSP) Kabupaten Sintang, berencana akan mencari Investor yang mau berinvestasi di Kabupaten sintang dalam pengelolaan SDA yang sudah dihasilkan.

“Hingga saat ini belum ada pabrik satu pun yang berdiri diKabupaten ini khususnya, Pabrik pengelolaan bahan mentah menjadi Bahan jadi belum ada disintang ini seperti Pabrik Pengolahan sawit menjadi minyak dan pengolahan karet menjadi bahan jadi, “ungkap Hendrika M.Si kepada sejumlah wartawan kemarin.

Menurutnya, Akibat dari minim pabrik pengolahan hasil perkebunan di Kabupaten Sintang, membuat hasil tersebut harus dibawa keluar daerah untuk diolah dan diproduksi.

” Coba hasil perkebunan baik sawit maupun karet  di produksi dan dikelola di Sintang, pastinya ini akan menghasilkan incom plus bagi daerah. Dengan tersedianya pabrik pengolahan akan mengangkat harga bahan mentah. Masyarakat dapat menjual hasil perkebunan langsung ke pabrik pengolahan ” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Hendrika, sektor pertanian juga sangat menjanjikan bila dikembangkan di Kabupaten Sintang. Saat ini, sejumlah hasil tani masyarakat diberbagai kecamatan sudah dapat memenuhi kebutuhan hingga luar wilayah sintang.

” Kita memiliki lahan pertanian komoditi padi dan jagung yang kini sudah diperjual belikan hingga keluar daerah sintang,” katanya.

Beberapa waktu lalu, tambahnya, hasil pokok pertanian masyarakat seperti ubi pernah mendapatkan perhatian yang cukup besar oleh investor dan pengusaha luar sintang yang ingin mengelola hasil tani berjenis umbi-umbian ini.

” Saya pernah mendengar informasi, ada investor yang ingin mengelola hasil pertanian masyarakat sintang yakni ubi, secara besar-besar. Peluang itu seharusnya kita manfaatkan, agar segalan potensi dapat tergarap, dan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya